Pasar motor listrik nasional masih relatif kecil, tetapi pemerintah mulai memperkuat sisi industri dan ekosistem untuk mendorong adopsi yang lebih luas. Penjualan motor listrik memang meningkat pesat dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023 dan 77.078 unit pada 2024. Namun, penjualan kembali turun menjadi 55.059 unit pada 2025, atau terkoreksi sekitar 28,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, jumlah motor listrik yang beredar terus bertambah. Hingga sekitar April 2026, populasi kendaraan listrik roda dua mencapai 242.909 unit, menjadikannya kelompok terbesar dalam populasi kendaraan listrik nasional yang mencapai 468.231 unit.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama bukan hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga menciptakan pasar yang berkelanjutan. Karena itu, pemerintah kini mendorong pengembangan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) yang diluncurkan pada 13 Agustus 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara pemerintah, BUMN, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih terintegrasi serta meningkatkan kemandirian industri nasional. MOLINAS ditargetkan memiliki kapasitas produksi sekitar 100 ribu unit per tahun, dengan TKDN awal 40% yang diarahkan meningkat menjadi 60%. Artinya, strategi pengembangan motor listrik tidak hanya berorientasi pada jumlah kendaraan yang beredar, tetapi juga pada peningkatan kandungan lokal dan penguatan rantai pasok domestik.
Dari sisi ekonomi, pengembangan MOLINAS juga diproyeksikan memberikan multiplier effect yang cukup besar. Potensi ekonomi pada periode 2026–2031 diperkirakan mencapai Rp150 triliun, disertai potensi penciptaan sekitar 215 ribu lapangan kerja. Program tersebut juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan BBM dan memperbaiki neraca perdagangan energi melalui pengurangan ketergantungan terhadap impor minyak.
Potensi pasar juga masih sangat besar. Jika permintaan motor listrik dapat meningkat hingga sekitar 1,5 juta unit pada 2028, maka kapasitas industri harus berkembang jauh melampaui kondisi pasar saat ini. Karena itu, target produksi 75 ribu unit pada 2026 dapat dipandang sebagai tahap awal untuk membangun kapasitas sebelum pasar masuk ke skala yang lebih besar.