Kinerja penjualan mobil nasional terkoreksi dalam satu dekade terakhir. Data Gaikindo mencatat, sepanjang 2015–2024 penjualan mobil di Indonesia turun sekitar 14,6% menjadi 0,87 juta unit. Angka ini menandai penurunan dibandingkan periode puncak penjualan sebelum pandemi.
Secara historis, penjualan mobil sempat mencapai level tertinggi pada 2018 dengan 1,15 juta unit. Namun, perlambatan mulai terlihat sejak 2019, sebelum akhirnya tertekan tajam pada 2020 ketika pandemi Covid-19 menurunkan penjualan hingga 0,53 juta unit. Meski terjadi pemulihan pada 2021–2022, tren tersebut belum sepenuhnya kembali naik.
Memasuki 2025, penjualan mobil hingga Oktober baru mencapai 0,64 juta unit. Capaian ini mengindikasikan bahwa pasar otomotif masih menghadapi tantangan, sekaligus menegaskan perlunya strategi adaptasi industri di tengah perubahan ekonomi dan pergeseran tren mobilitas.