Pemerintah Indonesia merespons serius protes serta kekhawatiran dari negara-negara tetangga terkait sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melansir Beritasatu (14/10), Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa penanggulangan karhutla menjadi perhatian penuh Presiden Prabowo Subianto, mengingat dampaknya yang meluas hingga melintasi batas negara.
Menurut Dudung, Presiden menaruh perhatian besar karena titik api banyak membakar lahan gambut yang memang memiliki karakteristik sulit dipadamkan. Sebagai ketua pengarah penanganan karhutla, ia memastikan tim gabungan dari unsur TNI, Polri, dan satuan tugas terkait telah dikerahkan secara maksimal di lapangan untuk memadamkan api di berbagai wilayah rawan, kendati luasnya hutan dan medan gambut terus menjadi tantangan utama.
Perhatian serius pemerintah ini beriringan dengan meningkatnya desakan diplomasi di tingkat regional. Data pemantauan media tim riset DATASATU menunjukkan sejumlah negara di Asia Tenggara mengambil langkah resmi menanggapi sebaran asap yang berasal dari karhutla di Sumatra dan Kalimantan.
Malaysia menjadi pihak yang paling vokal mendesak Indonesia mengambil langkah penanganan yang lebih efektif. Laporan CNA memaparkan bahwa Kuala Lumpur menyoroti kepulan asap tebal yang telah memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan serta memaksa penutupan sekolah di wilayah Johor. Selain memanfaatkan jalur komunikasi bilateral dan pertemuan antarpemimpin (ALC-27), Malaysia mengusulkan agar kabut asap lintas batas dimasukkan ke dalam mekanisme penanganan bencana regional pada pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila.
Langkah membawa isu ini ke forum ASEAN juga didukung penuh oleh Brunei Darussalam. Melalui mekanisme konsultasi tahunan, Brunei sepakat bersama Malaysia untuk mengangkat persoalan kabut asap, khususnya yang berasal dari kebakaran lahan di Kalimantan Tengah, ke tingkat regional.
Sementara itu, Filipina selaku pihak terkait mengonfirmasi bahwa pembahasan kabut asap lintas batas telah resmi dimasukkan ke dalam agenda pertemuan persiapan para Menteri Luar Negeri menjelang KTT ASEAN.
Di sisi lain, Singapura turut merasakan dampak langsung dari kabut asap karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Meski tidak melayangkan desakan politik secara terbuka di forum tersebut, wilayah Singapura dilaporkan tertutup kabut asap tebal yang berdampak pada lonjakan gangguan pernapasan warganya, sehingga mendorong pentingnya koordinasi regional antarnegara terdampak.