Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin (4/5) malam memicu kenaikan debit air di sejumlah sungai utama dan menyebabkan banjir di berbagai titik. Berdasarkan media monitoring Tim Riset DATASATU, hingga Selasa (5/5) pagi, BPBD mencatat wilayah DKI Jakarta masih terdampak dengan ketinggian air mencapai 240 cm di beberapa lokasi seperti Petogogogan, Pejaten Timur, dan Kampung Melayu akibat luapan Kali Ciliwung serta Kali Krukut. Kondisi serupa terjadi di Kota Bekasi di mana luapan Kali Bekasi merendam kawasan Teluk Pucung dan Margahayu dengan ketinggian air hingga 150 sentimeter.
Data monitoring menunjukkan wilayah penyangga lainnya juga dalam kondisi siaga, termasuk Kota Tangerang yang memantau titik genangan di DAS Kali Angke. Sementara itu, berdasarkan laporan terakhir pada 4 Mei, wilayah Kabupaten Bogor seperti Sukaraja dan Cilebut sempat terendam hingga ketinggian 120 sentimeter akibat penyempitan drainase dan normalisasi kali. Di Kota Depok, genangan air masih dilaporkan mengganggu aktivitas warga di ruas jalan utama sekitar Bukit Cengkeh dan Grand Depok City menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Menilik prediksi cuaca dari laman resmi BMKG, cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta pada Selasa (5/5) masih berpotensi mengalami hujan ringan sejak pagi hingga siang hari dengan kelembapan udara mencapai 96%. Kondisi ini mengharuskan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan atau kenaikan tinggi muka air di titik-titik rawan.