Tiga Penyebab Utama Banjir Besar di Sumatera

Jumat, 5 Desember 2025 | 15:01 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Tiga Penyebab Utama Banjir Besar di Sumatera
Banjir dan longsor di Sumatera dipicu hujan ekstrem akibat Siklon 95B & MCC, ditambah lereng curam dan tanah rapuh. Risiko bencana susulan masih tinggi.

Bencana banjir dan longsor kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir. Plt. Kepala Badan Geologi ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa bencana yang terjadi di lima kabupaten, yakni Humbang Hasudutan, Agam, Mandailing Natal, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara, dipicu oleh kombinasi faktor alam yang saling memperparah.

Banjir dan longsor di Sumatera dipicu hujan ekstrem akibat Siklon 95B & MCC, ditambah lereng curam dan tanah rapuh. Risiko bencana susulan masih tinggi. - (ESDM/Karen Agatha)
Banjir dan longsor di Sumatera dipicu hujan ekstrem akibat Siklon 95B & MCC, ditambah lereng curam dan tanah rapuh. Risiko bencana susulan masih tinggi. - (ESDM/Karen Agatha)

Curah hujan tinggi hingga ekstrem menjadi faktor paling dominan, terutama setelah berkembangnya Bibit Siklon Tropis 95B di perairan timur Aceh dan Selat Malaka. Fenomena ini memicu hujan lebat, angin kencang, dan cuaca ekstrem di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau. Selain itu, BMKG juga mendeteksi keberadaan Meso Siklon Konvektif Kompleks (MCC) di Samudra Hindia barat Sumatera, sistem badai petir berskala besar yang mampu menghasilkan hujan dengan intensitas sangat tinggi dalam durasi panjang.

Kondisi geomorfologi yang curam hingga sangat curam serta litologi yang lapuk dan mudah tererosi turut memperbesar risiko gerakan tanah. Di Sumatera Utara, misalnya, lokasi longsor berada di kawasan perbukitan yang mengelilingi Kota Sibolga, yang secara umum masuk ke zona potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi. Struktur tanah yang rapuh, jenuh air, dan mudah bergeser membuat wilayah ini semakin rentan, terutama saat curah hujan ekstrem terjadi berturut-turut.

Data Terkait

awal-2026-banjir-dominasi-bencana-alam-di-indonesia
Lingkungan

Awal 2026, Banjir Dominasi Bencana Alam di Indonesia

Hingga 5 Januari 2026, BNPB mencatat 16 bencana di Indonesia yang didominasi banjir.

3 hari yang lalu

bencana-alam-2025-didominasi-dampak-krisis-iklim
Lingkungan

Bencana Alam 2025 Didominasi Dampak Krisis Iklim

Data BNPB menunjukkan hampir seluruh bencana 2025 dipicu perubahan iklim.

4 hari yang lalu

sumut-sumbang-5-lebih-ke-pdb-ri-bencana-alam-berisiko-tekan-pdrb
Ekonomi

Sumut Sumbang 5% Lebih ke PDB RI, Bencana Alam Berisiko Tekan PDRB

Sumatera Utara menyumbang lebih dari 5% PDB RI. Kerusakan lahan akibat banjir dan longsor berisiko menekan ekonomi daerah dan berdampak ke kinerja nasional.

17 Des 2025

ribuan-desakelurahan-terendam-banjir-sepanjang-2025
Lingkungan

Ribuan Desa/Kelurahan Terendam Banjir Sepanjang 2025

Terdapat 15 ribu wilayah desa/kelurahan di Indonesia tergenang banjir pada 2025.

15 Des 2025

jumlah-pengungsi-bencana-banjir-sumatera-per-11-desember-2025
Lingkungan

Jumlah Pengungsi Bencana Banjir Sumatera Per 11 Desember 2025

Jumlah Pengungsi Bencana Banjir Sumatera Per 11 Desember 2025

11 Des 2025