Bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera berdampak signifikan terhadap infrastruktur, terutama jembatan daerah yang berperan penting sebagai penghubung antarwilayah. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Aceh menjadi provinsi dengan jumlah jembatan daerah rusak terbanyak, yakni mencapai 606 unit. Kerusakan ini menyebabkan terganggunya mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah terdampak.
Selain Aceh, kerusakan jembatan daerah juga tercatat di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Sumatera Barat mencatat 106 jembatan daerah rusak, sementara Sumatera Utara sebanyak 31 unit. Secara keseluruhan, Kementerian PU mencatat ada 743 jembatan daerah terdampak akibat bencana di Sumatera.
Dari total jembatan yang terdampak tersebut, baru 120 jembatan yang saat ini sudah dapat difungsikan kembali. Sementara itu, sebanyak 623 jembatan lainnya masih memerlukan penanganan lanjutan. Untuk menjaga konektivitas, Kementerian PU menyiapkan dukungan jembatan darurat berupa sekitar 270 unit jembatan bailey dan 205 unit jembatan armco.
Saat ini, Kementerian PU terus melanjutkan penanganan bencana secara terpadu di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya yang dilakukan mencakup tahap tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar, guna mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah terdampak.