Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera berdampak besar terhadap kerusakan infrastruktur umum, khususnya jalan daerah. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Aceh menjadi provinsi dengan jumlah jalan daerah terdampak paling banyak, mencapai 1.592 unit. Kerusakan ini turut mengganggu mobilitas masyarakat serta distribusi logistik pascabencana.
Selain Aceh, kerusakan jalan daerah juga tercatat di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Di Sumatera Utara, sebanyak 288 ruas jalan daerah dilaporkan mengalami kerusakan, sementara Sumatera Barat mencatat 81 unit jalan terdampak. Meski jumlahnya lebih kecil, kondisi tersebut tetap memerlukan penanganan cepat agar aktivitas ekonomi dan sosial tidak terhambat terlalu lama.
Kementerian PU saat ini terus melanjutkan penanganan bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya yang dilakukan bersifat terpadu melalui tahapan tanggap darurat untuk menjamin keselamatan masyarakat, sekaligus mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan pasca bencana tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik infrastruktur, tetapi juga memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Di sektor Bina Marga, konektivitas antar kota dan kabupaten melalui jalan nasional telah kembali tersambung. Namun, perbaikan lanjutan tetap dilakukan melalui rekayasa lalu lintas sementara hingga penanganan permanen seperti pemasangan bor pile dan dinding penahan tanah.