Kerusakan Infrastruktur Jadi Hambatan Utama Penanganan Bencana Sumatera

Kamis, 8 Januari 2026 | 08:06 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.

Kendala Terbesar Penanganan Bencana Sumatera, 2025 (%)

Infrastruktur rusak dinilai sebagai kendala terbesar dalam penanganan bencana di Sumatera. Berdasarkan survei Litbang Kompas pada 2025 terhadap 510 responden dari 76 kota di Indonesia, sebanyak 37,4% responden menilai kerusakan infrastruktur menjadi hambatan utama dalam proses tanggap darurat dan distribusi bantuan.

Kondisi tersebut tercermin dari rusaknya jalan, jembatan, serta fasilitas publik yang berperan sebagai penghubung antar wilayah terdampak. Di Sumatera Utara, Tapanuli Selatan mencatat kerusakan pada 74 fasilitas umum, 19 rumah ibadah, serta 54 fasilitas pendidikan. Kerusakan ini membatasi mobilitas warga sekaligus memperlambat penyaluran bantuan.

Skala dampak yang lebih luas juga terjadi di Aceh, khususnya Aceh Utara. Wilayah ini mencatat 123 fasilitas umum terdampak, disertai 48 rumah ibadah, 99 gedung atau kantor, serta 75 fasilitas pendidikan. Sementara itu, Sumatera Barat menghadapi kerusakan signifikan di Padang Pariaman, mencapai lebih dari 339 fasilitas umum, 118 rumah ibadah, 197 fasilitas pendidikan, serta hampir 4.000 rumah warga.

Selain infrastruktur, faktor cuaca ekstrem juga menjadi hambatan penting. Sebanyak 11,9% responden menilai kondisi cuaca mengganggu proses evakuasi dan penanganan lanjutan. Kendala lain yang turut disoroti meliputi kekurangan logistik sebesar 10%, lambannya penanganan sebesar 9,6%, serta kurangnya koordinasi antarlembaga sebesar 9,2%, yang memperberat upaya pemulihan bencana di wilayah Sumatera.

Data Terkait

hpht-sumatera-terbesar-kedua-pemerintah-cabut-izin-perusahaan
Lingkungan

HPHT Sumatera Terbesar Kedua, Pemerintah Cabut Izin Perusahaan

Sumatera menjadi pulau dengan izin HPHT terbesar kedua di Indonesia pada 2025. Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan kehutanan hingga tambang yang melanggar aturan.

23 Jan 2026

sumatera-punya-15-hph-izin-perusahaan-dicabut-usai-bencana
Lingkungan

Sumatera Punya 15 HPH, Izin Perusahaan Dicabut Usai Bencana

Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan kehutanan di Sumatera dan wilayah lain. Adapun HPH di Sumatera mencapai 15 HPH di 2025.

23 Jan 2026

korban-meninggal-di-bencana-sumatera-capai-1198-orang
Lingkungan

Korban Meninggal di Bencana Sumatera Capai 1.198 Orang

BNPB mencatat total korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera mencapai 1.198 orang, dengan Aceh sebagai provinsi terdampak terparah.

19 Jan 2026

144-korban-bencana-masih-belum-ditemukan-sumatera-barat-terbanyak
Lingkungan

144 Korban Bencana Masih Belum Ditemukan, Sumatera Barat Terbanyak

BNPB mencatat 144 orang masih hilang akibat bencana di Sumatera hingga 16 Januari 2025. Sumatera Barat catat jumlah korban hilang terbanyak.

19 Jan 2026

166-ribu-warga-bertahan-di-pengungsian-bencana-sumatera-aceh-terbanyak
Lingkungan

166 Ribu Warga Bertahan di Pengungsian Bencana Sumatera, Aceh Terbanyak

Sebanyak 166 ribu warga masih mengungsi akibat bencana di Sumatera. Aceh menjadi wilayah dengan pengungsi terbanyak, jauh melampaui Sumut dan Sumbar.

19 Jan 2026

pengajuan-pembangunan-hunian-korban-bencana-sumatera-capai-55
Lingkungan

Pengajuan Pembangunan Hunian Korban Bencana Sumatera Capai 55%

Pengajuan pembangunan hunian sementara korban bencana Sumatera sudah mencapai 55%. Adapun pembangunan ini ditargetkan selesai sebelum Ramadan.

19 Jan 2026