Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 60 persen wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera mulai memasuki fase awal pemulihan. Penanganan pasca bencana kini difokuskan pada perbaikan infrastruktur vital, terutama jalan dan jembatan, serta percepatan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, jumlah daerah yang siap beralih dari status tanggap darurat ke fase pemulihan awal mencapai 31 kabupaten/kota. Dari total tersebut, sebanyak 23 daerah telah menerbitkan surat keputusan (SK) pemulihan bencana, sementara delapan daerah lainnya masih dalam proses pengesahan oleh pemerintah daerah masing-masing.
Di Aceh, enam wilayah telah memasuki tahap awal pemulihan, yakni Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Kota Lhokseumawe, Subulussalam, dan Langsa. Adapun Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Barat masih menyelesaikan proses administrasi penetapan status pemulihan.
Sementara itu di Sumatera Utara, delapan daerah seperti Mandailing Natal, Deli Serdang, Langkat, hingga Kota Medan telah beralih ke fase pemulihan, sedangkan lima daerah lainnya masih menunggu pengesahan SK.
Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Barat. Delapan daerah, termasuk Kota Padang, Pariaman, Pasaman, dan Pesisir Selatan, telah menetapkan status pemulihan bencana. Satu wilayah lainnya, yakni Tanah Datar, masih berada dalam tahap finalisasi penetapan.
Secara keseluruhan, BNPB mencatat sebanyak 21 daerah belum memasuki fase pemulihan, menandakan proses transisi masih berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah Sumatera.