Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah dalam menangani bencana di Sumatera tanpa bantuan asing relatif dominan. Sebesar 54,2% responden menyatakan yakin, bahkan 12,3% di antaranya sangat yakin bahwa pemerintah mampu menuntaskan penanganan bencana secara mandiri.
Survei yang melibatkan 510 responden dari 76 kota di seluruh Indonesia tersebut juga mengungkap adanya kelompok masyarakat yang masih menyimpan keraguan. Sebanyak 25,2% responden mengaku tidak yakin, sementara 4,4% lainnya sangat tidak yakin terhadap kapasitas pemerintah menangani bencana Sumatera tanpa keterlibatan pihak luar. Adapun 3,9% responden menyatakan tidak tahu.
Keraguan tersebut turut disuarakan oleh Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Ahmad Shalihin, yang menyoroti lambannya penanganan bencana di sejumlah wilayah Pulau Sumatera. Ia menilai masih terdapat daerah yang terisolasi, terutama di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, akibat kerusakan jalan serta jembatan yang menghambat distribusi bantuan logistik.
Di sisi lain, pemerintah pusat dan daerah menegaskan komitmen penuh dalam percepatan penanganan bencana. Fokus kebijakan tidak hanya diarahkan pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi agar pemulihan kehidupan masyarakat berlangsung merata. Presiden Prabowo Subianto bahkan tercatat tiga kali mengunjungi wilayah terdampak serta memimpin koordinasi lintas kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga BUMN.