Pemerintah menyiapkan sekitar Rp 60 triliun anggaran perbaikan infrastruktur di wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa pekerjaan utama infrastruktur baru dapat dilaksanakan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Tahapan ini menjadi kunci pemulihan aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah terdampak.
Berdasarkan perhitungan awal, Aceh diperkirakan membutuhkan anggaran terbesar, yakni sekitar Rp26 triliun. Tingginya alokasi tersebut sejalan dengan tingkat kerusakan yang paling berat dibanding wilayah lain. Sementara itu, Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing diperkirakan memerlukan dana sekitar Rp13 triliun untuk perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana.
Meski angka tersebut menjadi gambaran awal, AHY menegaskan bahwa estimasi anggaran masih bersifat sementara. Nilai tersebut akan terus diperbarui seiring pendataan lapangan yang lebih rinci serta penetapan prioritas pembangunan untuk satu hingga dua tahun ke depan, sesuai kebutuhan paling mendesak di setiap daerah.
Selain infrastruktur transportasi, pemerintah juga menghitung kebutuhan anggaran sektor perumahan. Data sementara menunjukkan lebih dari 140.000 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang beragam. Pemerintah turut memperhatikan aspek relokasi, dengan memastikan pembangunan kembali dilakukan di lokasi yang lebih aman, serta menyiapkan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak.