11,53 Juta Peserta PBI JKN Dinonaktifkan, Ini Kronologinya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:00 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
11,53 Juta Peserta PBI JKN Dinonaktifkan, Ini Kronologinya
Penonaktifan PBI JKN memicu polemik publik setelah 11,53 juta peserta dinonaktifkan pada Januari-Februari 2026, jauh lebih tinggi dari periode sebelumnya.

Penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) menimbulkan berbagai polemik. Hingga kini, sebanyak 7,57 juta peserta telah dinonaktifkan. Mengacu pada laporan pengelolaan JKN per 31 Desember 2025, jumlah peserta PBI tercatat mencapai 113,5 juta jiwa atau 40,2% dari total pengguna BPJS Kesehatan, ditambah PBI daerah sebanyak 63,5 juta jiwa atau 22,5%.

Penonaktifan PBI JKN memicu polemik publik setelah 11,53 juta peserta dinonaktifkan pada Januari-Februari 2026, jauh lebih tinggi dari periode sebelumnya. - (Kementerian Keuangan/Karen Agatha)
Penonaktifan PBI JKN memicu polemik publik setelah 11,53 juta peserta dinonaktifkan pada Januari-Februari 2026, jauh lebih tinggi dari periode sebelumnya. - (Kementerian Keuangan/Karen Agatha)

Menurut pengamat jaminan sosial Timboel, jumlah peserta PBI yang melampaui kuota nasional dinilai wajar dalam kondisi ekonomi saat ini dan masih sejalan dengan peta jalan kebijakan. Namun, pemerintah tetap membatasi kuota PBI pusat di angka 96,8 juta peserta karena keterbatasan fiskal. Kondisi ini diperparah dengan berkurangnya transfer ke daerah, sehingga pemerintah daerah terpaksa menyesuaikan jumlah peserta PBI yang ditanggung melalui APBD.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mencatat penonaktifan peserta PBI JKN meningkat tajam pada awal 2026. Sepanjang Januari-Februari 2026, sebanyak 11,53 juta peserta dinonaktifkan, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya dan memicu keresahan di masyarakat. Gus Ipul menegaskan kebijakan ini bertujuan mengalihkan bantuan kepada kelompok yang lebih memenuhi kriteria sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia. Sepanjang 2025 sendiri, penonaktifan telah menyentuh 13,5 juta peserta, dengan sebagian beralih ke segmen mandiri atau ditanggung pemerintah daerah, terutama di wilayah yang telah mencapai Universal Health Coverage.

Merespons dampak kebijakan tersebut, DPR dan pemerintah sepakat layanan BPJS PBI tetap berjalan selama tiga bulan ke depan meski status kepesertaan tengah disesuaikan. Menteri Keuangan Purbaya mengusulkan adanya masa transisi 2-3 bulan disertai sosialisasi kepada masyarakat. Dalam periode ini, peserta yang dinonaktifkan dapat mengajukan sanggahan apabila masih memenuhi kriteria miskin dan rentan. Ia menekankan pentingnya penetapan kuota PBI JKN yang terukur, tepat sasaran, serta diiringi perbaikan manajemen dan komunikasi publik agar keberlanjutan program JKN tetap terjaga.

Data Terkait

anggaran-pbi-jkn-terus-membesar-ini-alokasinya-sejak-2019
Kesehatan

Anggaran PBI JKN Terus Membesar, Ini Alokasinya Sejak 2019

Setelah lima tahun stagnan di level Rp46,46 triliun (2021–2025), anggaran PBI JKN melonjak menjadi Rp56,46 triliun pada 2026.

14 Feb 2026

11-juta-peserta-pbi-bpjs-dicabut-pemerintah-lakukan-tindak-lanjut
Kesehatan

11 Juta Peserta PBI BPJS Dicabut, Pemerintah Lakukan Tindak Lanjut

Sebanyak 11 juta peserta PBI BPJS dinonaktifkan per 1 Februari 2026. DPR dan pemerintah melakukan sejumlah rencana tindak lanjut.

11 Feb 2026

fokus-tekan-kemiskinan-realisasi-bantuan-pemerintah-tembus-98-lebih
Ekonomi

Fokus Tekan Kemiskinan, Realisasi Bantuan Pemerintah Tembus 98% Lebih

PBI JKN dan BPNT jadi program utama pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan nasional pada 2025.

10 Feb 2026

anggaran-perlinsos-melonjak-fokus-perkuat-pengentasan-kemiskinan
Ekonomi

Anggaran Perlinsos Melonjak, Fokus Perkuat Pengentasan Kemiskinan

Anggaran perlindungan sosial naik 94,56% dalam satu dekade menjadi Rp 508,2 triliun pada 2026.

9 Feb 2026

belanja-perlindungan-sosial-tumbuh-signifikan-terbesar-saat-covid-19
Ekonomi

Belanja Perlindungan Sosial Tumbuh Signifikan, Terbesar Saat Covid-19

Belanja perlinsos naik hampir 36% dalam 5 tahun terakhir dengan kenaikan tertinggi pada 2020 didorong oleh pandemi Covid-19.

12 Nov 2025