Perang Israel-Iran Ancam Selat Hormuz, Ganggu Perdagangan dan Energi

Senin, 2 Maret 2026 | 16:40 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Perang Israel-Iran Ancam Selat Hormuz, Ganggu Perdagangan dan Energi
Perang Israel-Iran memicu risiko penutupan Selat Hormuz, yang bisa menghambat perdagangan dan mengguncang ekonomi global.

Serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran yang pecah pada Sabtu (28/2/2026) memicu kekhawatiran luas terhadap stabilitas ekonomi global. Ketegangan ini turut mengancam kelancaran arus energi internasional, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dan gas dunia.

Perang Israel-Iran memicu risiko penutupan Selat Hormuz, yang bisa menghambat perdagangan dan mengguncang ekonomi global. - (EIA & berbagai sumber/Karen Agatha)
Perang Israel-Iran memicu risiko penutupan Selat Hormuz, yang bisa menghambat perdagangan dan mengguncang ekonomi global. - (EIA & berbagai sumber/Karen Agatha)

Selat selebar 33-39 kilometer tersebut menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Bob McNally, mantan penasihat energi Gedung Putih era Presiden AS ke-41, memperingatkan bahwa penutupan jalur ini dalam waktu lama berpotensi menyeret dunia ke jurang resesi. Iran memegang kendali sisi utara melalui Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang bermarkas di Bandar Abbas, sementara sisi selatan berbatasan dengan Oman. Sejumlah pulau strategis seperti Hormuz, Qeshm, dan Larak berada di bawah kontrol Teheran.

Menurut EIA, Selat Hormuz merupakan titik transit minyak paling krusial di dunia. Data Kpler menunjukkan sekitar 14 juta barel minyak per hari melintasi jalur ini sepanjang 2025, setara sepertiga ekspor minyak mentah global, yang sebagian besar menuju China. Selain itu, 20% perdagangan LPG dunia yang sebagian besar dari Qatar, juga melewati selat tersebut.

Dampaknya tidak hanya pada energi, namun perdagangan secara keseluruhan. Moneycontrol.com mencatat ekspor non-migas India ke negara Teluk mencapai US$ 47,6 miliar. Sedangkan total nilai perdagangan di kawasan Teluk Persia-Selat Hormuz menembus US$ 1,2 triliun, setara dengan 20% pengiriman kontainer global.

Data Terkait

peta-persaingan-global-perusahaan-pemasok-pengayaan-uranium-dunia
Internasional

Peta Persaingan Global Perusahaan Pemasok Pengayaan Uranium Dunia

Berdasarkan data World Nuclear Association, pasar pengayaan uranium komersial dunia saat ini masih didominasi oleh Rosatom asal Rusia.

12 Mei 2026

update-konflik-iran-as-israel-iran-ancam-negara-pendukung-sanksi-as-di-selat-hormuz
Internasional

Update Konflik Iran-AS-Israel: Iran Ancam Negara Pendukung Sanksi AS di Selat Hormuz

Konflik Iran-AS-Israel kembali memanas pada Minggu (10/5/2026). Iran meningkatkan tekanan kepada negara-negara yang mengikuti sanksi AS terhadap Teheran akan menghadapi kesulitan melintasi Selat Hormuz.

11 Mei 2026

update-situasi-selat-hormuz-as-lumpuhkan-kapal-tanker-iran
Internasional

Update Situasi Selat Hormuz: AS Lumpuhkan Kapal Tanker Iran

Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz kembali meningkat. Pada 6 Mei 2026, militer AS menembaki dan melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran, M/T Hasna, yang diduga mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz.

7 Mei 2026

kondisi-terbaru-selat-hormuz-iran-kembali-tutup-akses
Internasional

Kondisi Terbaru Selat Hormuz, Iran Kembali Tutup Akses

Situasi keamanan di jalur perdagangan maritim penting di dunia memasuki fase kritis. Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada tanggal 18 April 2026.

20 Apr 2026

ini-poin-kerja-sama-pertahanan-ri-as
Internasional

Ini Poin Kerja Sama Pertahanan RI-AS

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth di Pentagon pada 13 April 2026.

17 Apr 2026

negosiasi-iranas-buntu-pakistan-dorong-kembali-jalur-diplomasi
Internasional

Negosiasi Iran–AS Buntu, Pakistan Dorong Kembali Jalur Diplomasi

Pakistan kembali mengambil peran sebagai mediator setelah perundingan yang berlangsung di Islamabad pada Selasa (11/4/2026) gagal mencapai kesepakatan dan memicu ketegangan kembali di Selat Hormuz.

16 Apr 2026