Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan mengirim 8 ribu personel TNI ke Gaza, Palestina, dalam waktu 1–2 bulan ke depan. Pasukan tersebut akan bertugas bersama International Stabilization Force (ISF), yang anggotanya merupakan gabungan negara-negara anggota Board of Peace (BoP) Gaza.
Indonesia berkontribusi signifikan dalam ISF dengan menyiapkan 5 ribu hingga 8 ribu personel TNI, atau setara 40% dari total 20 ribu pasukan ISF. Kontribusi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu penyumbang pasukan terbesar dalam misi stabilisasi tersebut.
Fokus utama penugasan TNI berada pada satuan zeni (rekayasa), kesehatan, dan rekonstruksi, yang dirancang untuk mendukung fase awal pemulihan pascakonflik. Pasukan TNI direncanakan ditempatkan di wilayah selatan Gaza, tepatnya di antara Rafah dan Khan Younis.
Mandat utama pasukan TNI dalam ISF meliputi pengawasan garis gencatan senjata dan perbatasan, serta pengamanan tahap awal rekonstruksi di Rafah. Penugasan ini diharapkan dapat mendukung stabilitas keamanan sekaligus mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar bagi masyarakat sipil.