Beragam Hal yang Harus Diketahui Tentang Ikan Sapu-Sapu

Selasa, 21 April 2026 | 11:54 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Beragam Hal yang Harus Diketahui Tentang Ikan Sapu-Sapu
Beragam Hal Tentang Ikan Sapu-Sapu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melalui Pemerintah Kota Jakarta Barat menggelar operasi pembersihan ikan sapu-sapu di anak Kali Semanan Indah, Cengkareng, pada Jumat (17/4/2026) pagi guna menjaga keseimbangan ekosistem perairan perkotaan yang kian terganggu. Dalam operasi yang berlangsung kurang dari dua jam tersebut, petugas gabungan berhasil menjaring sekitar 20 kilogram ikan sapu-sapu berukuran 20 hingga 30 sentimeter, termasuk menyisir keberadaan telur-telurnya untuk menekan laju populasi. 

Melansir Berita Satu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, memberikan apresiasi tinggi berupa insentif sebesar Rp25.000 per kilogram bagi kelompok petugas, serta hadiah rekreasi ke Taman Impian Jaya Ancol bagi tim dengan tangkapan terbanyak. Langkah drastis ini diambil karena ikan sapu-sapu, atau yang secara ilmiah dikenal dari famili Loricariidae seperti genus Pterygoplichthys dan Hypostomus, telah menjadi spesies invasif yang mendominasi perairan lokal. Setelah dikumpulkan, seluruh hasil tangkapan tersebut segera dimusnahkan dengan cara dikubur demi mencegah dampak lingkungan lanjutan di wilayah ibu kota.

Dari hasil riset tim DATASATU, keberadaan ikan yang aslinya berasal dari sungai-sungai di Amerika Selatan, seperti Argentina dan Brasil, kini telah menyebar luas ke Asia termasuk Indonesia akibat perdagangan akuarium. Ikan sapu-sapu dikenal memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa adaptif karena mampu hidup di perairan dengan polusi tinggi, rendah oksigen, hingga suhu ekstrem antara 8,8°C sampai 11°C. 

Secara morfologi, tubuhnya terlindungi oleh lempeng tulang keras yang menyerupai baju zirah dengan mulut berbentuk cakram penghisap di bawah kepala yang memungkinkannya mengonsumsi alga bentik, detritus, hingga telur ikan lain secara masif sebagai organisme eurifagik atau omnivora oportunistik. Dengan kecepatan pertumbuhan yang sangat impresif, ikan ini mampu mencapai panjang 35 cm hanya dalam waktu 2 tahun, sementara ukuran dewasanya rata-rata berkisar antara 30 hingga 55 cm, bahkan dapat menyentuh angka 70 cm. Masa hidupnya yang panjang, yakni 10 hingga 15 tahun, ditambah dengan kemampuan reproduksi seksual dengan fekunditas tinggi mencapai 3.000 butir telur, membuat populasinya meledak dengan cepat jika tidak dikendalikan secara rutin oleh otoritas terkait.

Dampak negatif ikan sapu-sapu terhadap infrastruktur dan biodiversitas lokal menjadi alasan utama mengapa pembersihan ini bersifat mendesak. Kebiasaan ikan  menggali lubang sarang sedalam 120 hingga 150 cm di lumpur menyebabkan dinding sungai menjadi tidak stabil, memicu longsor, serta membuat air menjadi sangat keruh atau mengalami siltasi. Selain merusak fisik habitat, aktivitas makannya yang agresif sering kali mencabut tanaman air sampai ke akarnya, yang pada gilirannya merusak tempat pemijahan alami ikan asli Indonesia. 

Data Global Invasive Species Database (GISD) menyebut, di berbagai negara seperti Filipina dan India, keberadaan ikan ini terbukti menurunkan jumlah tangkapan ikan konsumsi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi bagi nelayan. Bahkan di Florida, perilaku uniknya yang menempel pada kulit Manatee untuk memakan epibiota telah mengganggu ketenangan mamalia tersebut. 

Beragam Hal Tentang Ikan Sapu-Sapu - (IPB University & Global Invasive Species Database (GISD)/desain o/DATASATU)
Beragam Hal Tentang Ikan Sapu-Sapu - (IPB University & Global Invasive Species Database (GISD)/desain oleh Notebook LM/DATASATU)

Data Terkait

antisipasi-mudik-nataru-2025-3000-armada-bus-jakarta-dikerahkan
Sosial Budaya

Antisipasi Mudik Nataru 2025, 3.000 Armada Bus Jakarta Dikerahkan

Pemprov Jakarta menyiapkan 3.000 bus dan tujuh terminal untuk menghadapi lonjakan penumpang Nataru 2025, dengan pengawasan armada dan sopir diperketat.

26 Des 2025