Pemerintah tengah mengkaji kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu bagi ASN dan sektor swasta. Langkah strategis pemerintah yang disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ini merupakan respons terhadap melambungnya harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah. Berbeda dengan era pandemi yang bertujuan membatasi mobilitas demi kesehatan, wacana kali ini murni berfokus pada efisiensi konsumsi bahan bakar minyak secara nasional.
Rencananya, skema WFH 1 hari dalam 5 hari kerja ini akan mulai diujicobakan setelah periode Lebaran 2026. Berbeda dengan kebijakan masa pandemi yang bersifat mandatori dan mengikat hingga 75% pegawai di zona merah, kebijakan baru ini dirancang lebih fleksibel atau fakultatif. Saat ini, pemerintah masih mematangkan regulasi teknis serta mekanisme penerapan agar tidak mengganggu produktivitas kerja di tengah situasi global yang dinamis.
Melalui kebijakan ini, pemerintah menargetkan penghematan penggunaan BBM yang signifikan guna menjaga stabilitas ekonomi domestik dari tekanan krisis energi. Transformasi pola kerja yang sebelumnya merupakan tindakan darurat kesehatan kini bergeser menjadi instrumen ketahanan ekonomi nasional.