Fasilitas kilang Ras Tanura milik perusahaan minyak raksasa Saudi Aramco dilaporkan terkena serangan drone pada Rabu (4/3/2026). Kompleks ini merupakan kilang domestik terbesar di Arab Saudi sekaligus salah satu infrastruktur penting yang menopang sektor energi negara tersebut. Serangan ini menjadi insiden kedua dalam sepekan setelah sebelumnya kilang yang sama juga diserang pada Senin (2/3/2026).
Serangan sebelumnya dilakukan menggunakan drone bunuh diri jenis Shahed yang dikaitkan dengan Iran. Insiden tersebut membuat Saudi Aramco sempat menutup sementara operasional kilang Ras Tanura sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang lebih luas pada fasilitas energi regional di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Kilang Ras Tanura sendiri merupakan bagian penting dari jaringan produksi dan distribusi minyak Arab Saudi. Gangguan pada fasilitas ini berpotensi memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, mengingat kawasan Teluk menjadi salah satu pusat produksi minyak terbesar dunia.
Berdasarkan data Trading Economics per Kamis (5/3/2026), Saudi Aramco masih menjadi perusahaan minyak terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 1,68 triliun. Di bawahnya terdapat perusahaan energi asal Amerika Serikat yakni Exxon Mobil dan Chevron dengan kapitalisasi pasar masing-masing sebesar US$ 642,6 miliar dan US$ 371,20 miliar. Selain itu, sejumlah perusahaan energi besar lain seperti PetroChina asal China, Shell dari Inggris, hingga Reliance Industries dari India juga mendominasi industri minyak global.