Tragedi kemacetan saat arus mudik Lebaran terus membayangi para pelancong dari tahun ke tahun dengan titik lelah yang kian mengkhawatirkan. Peristiwa paling kelam tercatat pada 2016 di Brebes Exit (Brexit) yang memakan 17 korban jiwa akibat kelelahan luar biasa setelah terjebak antrean kendaraan sepanjang 18 km selama puluhan jam. Kondisi serupa kembali berulang di Tol Cipali pada 2025, di mana lonjakan volume kendaraan yang tidak terprediksi memaksa pemudik menempuh perjalanan Jakarta ke Solo hingga 19 jam, hingga ribuan orang terpaksa berbuka puasa di bahu jalan tol.
Memasuki tahun 2026, titik kemacetan parah bergeser ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali, yang diperburuk oleh paparan cuaca panas ekstrem bagi para pemudik yang hendak menyeberang ke Jawa. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga 32 km dengan durasi tunggu masuk kapal melampaui 14 jam, menyebabkan belasan pemudik jatuh pingsan akibat heat syncope. Fenomena berulang ini menunjukkan bahwa meski infrastruktur terus berkembang, tantangan lonjakan volume kendaraan dan faktor cuaca tetap menjadi ancaman serius bagi keselamatan dan kesehatan para pemudik di lapangan.