lokasi investasi pada sektor padat modal masih mendominasi dibandingkan sektor padat karya. Pada 2025, investasi padat modal mencapai Rp1.247,71 triliun, sementara investasi padat karya sebesar Rp496,24 triliun. Nilai tersebut masing-masing berkontribusi 64,61% dan 25,70% terhadap total investasi nasional sebesar Rp1.931,17 triliun.
Hingga 2026, alokasi investasi sektor padat modal tercatat Rp629,50 triliun, sedangkan sektor padat karya mencapai Rp258,25 triliun. Kontribusi keduanya terhadap total investasi nasional sebesar Rp1.010,57 triliun masing-masing mencapai 62,29% dan 25,55%.
Pada sektor padat karya, Perdagangan & Reparasi menjadi sektor dengan alokasi investasi terbesar pada 2025 maupun 2026, masing-masing sebesar Rp124,60 triliun dan Rp71,08 triliun. Selanjutnya, Industri Makanan mencapai Rp110,04 triliun pada 2025 dan Rp50,82 triliun pada 2026. Hampir seluruh sektor padat karya mengalami penurunan alokasi investasi, kecuali Industri Kayu yang meningkat dari Rp6,40 triliun menjadi Rp9,90 triliun.
Sementara itu, pada sektor padat modal, Industri Logam Dasar & Peralatannya memiliki alokasi terbesar, yakni Rp262,04 triliun pada 2025 dan Rp150,35 triliun pada 2026. Posisi berikutnya ditempati Transportasi & Telekomunikasi serta Pertambangan. Seluruh sektor padat modal dalam daftar tersebut mencatat penurunan alokasi investasi pada 2026 dibandingkan 2025.
Keterangan: Tidak termasuk sektor Industri Lainnya & Jasa Lainnya.