Sepanjang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, realisasi investasi meningkat 12,66% menjadi Rp 1.931,20 triliun pada 2025. Namun, kenaikan investasi tersebut tidak diikuti oleh kenaikan serapan tenaga kerja.
Melansir data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), jumlah tenaga kerja yang terserap turun 10,16% dari 2,46 juta orang pada 2024 menjadi 2,21 juta orang pada 2025.
Hingga Semester I-2026, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% year on year (yoy). Capaian tersebut telah memenuhi 49,5% dari target investasi 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun.
Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan sektor usaha, investasi pada periode ini masih didominasi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya hingga jasa dan lainnya.
Dari realisasi tersebut, serapan tenaga kerja sepanjang Semester I-2026 telah mencapai 1,45 juta tenaga kerja atau meningkat 15% yoy.
Perkembangan ini menunjukkan adanya peningkatan serapan tenaga kerja pada Semester I-2026 setelah mengalami penurunan sepanjang 2024-2025.