Federal Reserve atau The Fed dijadwalkan mengambil keputusan kebijakan moneter dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026. Berdasarkan jadwal resmi The Fed, keputusan suku bunga dan konferensi pers dijadwalkan pada 16 September waktu Amerika Serikat atau Kamis (17/9) waktu Indonesia.
Sementara, perjalanan suku bunga The Fed dalam lima tahun terakhir menunjukkan perubahan kebijakan yang cukup signifikan. Pada Agustus 2021, federal funds rate berada di level 0,25% dan dipertahankan hingga awal 2022. Memasuki Maret 2022, The Fed mulai menaikkan suku bunga secara bertahap dan agresif, dari 0,50% pada Maret 2022 menjadi 4,50% pada Desember 2022.
Tren kenaikan berlanjut sepanjang 2023 hingga mencapai 5,50% pada Juli 2023. Level tersebut kemudian dipertahankan hingga Juli 2024, sebelum The Fed mulai memasuki fase pelonggaran kebijakan moneter.
Memasuki paruh kedua 2024, The Fed mulai menurunkan suku bunga. Federal funds rate turun dari 5,50% menjadi 5,00% pada September 2024, kemudian kembali turun menjadi 4,75% pada November dan 4,50% pada Desember 2024.
Sepanjang 2025, suku bunga kembali mengalami penyesuaian secara bertahap, dari 4,50% pada awal tahun menjadi 3,75% pada Desember 2025. Level 3,75% tersebut kemudian dipertahankan sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.
Secara keseluruhan, perjalanan suku bunga The Fed dalam lima tahun terakhir memperlihatkan tiga fase utama, yaitu suku bunga rendah pada 2021, kenaikan agresif sepanjang 2022–2023 hingga mencapai 5,50%, serta fase penurunan bertahap sejak paruh kedua 2024 hingga berada di level 3,75% pada 2025–2026.