Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Oktober 2026 sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Oktober 2026, BI-Rate tetap sebesar 5,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.
Dalam RDG tersebut, BI memutuskan menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5%. Kebijakan moneter ini ditetapkan untuk menjaga sasaran inflasi sebesar 2,5±1% pada 2026 dan 2027.
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan pada September 2026 mencapai 3,28% year on year (yoy), meningkat dari 3,34% yoy pada Agustus 2026. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada September 2025 yang sebesar 2,65%.
Sementara itu, BI-Rate mengalami kenaikan sejak Mei 2025, yakni sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%. Pada Juni 2026, BI kembali menaikkan suku bunga acuannya sebanyak dua kali, yaitu menjadi 5,50% pada 9 Juni 2026 dan 5,75% dalam RDG 17-18 Juni 2026.
Di sisi lain, suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed naik pada September 2026 menjadi 3,75%-4,00%. Trading Economics menyebutkan, kenaikan tersebut berasal dari level 3,50%-3,75% pada Agustus 2026.
Kendati demikian, BI mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75% pada September hingga Oktober 2026.