Inflasi Harga Produsen Melonjak, Sektor Tambang Catat Kenaikan Tertinggi

Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:36 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Inflasi Harga Produsen Melonjak, Sektor Tambang Catat Kenaikan Tertinggi
Inflasi Harga Produsen Menurut Sektor, Triwulan II-2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi harga barang dan jasa di tingkat produsen pada triwulan II-2026 mencapai 5,62% secara tahunan (year on year/yoy). Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya biaya di tingkat produsen yang berpotensi memengaruhi aktivitas dunia usaha di berbagai sektor.

Berdasarkan data BPS, sektor pertambangan dan penggalian mencatat inflasi harga produsen tertinggi sebesar 16,86% yoy. Sementara itu, sektor pengangkutan mengalami inflasi 6,01% yoy, diikuti industri pengolahan (4,94% yoy), pengelolaan air (3,80% yoy), pertanian, kehutanan, dan perikanan (3,79% yoy), penyediaan akomodasi dan makan minum (2,65% yoy), pengadaan listrik dan gas (2,22% yoy), jasa kesehatan (1,80% yoy), serta jasa pendidikan (1,60% yoy).

Inflasi Harga Produsen Menurut Sektor, Triwulan II-2026 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Inflasi Harga Produsen Menurut Sektor, Triwulan II-2026 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Meski kenaikan harga produsen belum tentu langsung diteruskan menjadi kenaikan harga di tingkat konsumen, kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap pelaku usaha. Perusahaan berpotensi menanggung kenaikan biaya produksi melalui penurunan margin keuntungan, melakukan efisiensi operasional hingga menunda ekspansi usaha.

Apabila tekanan biaya berlangsung dalam jangka panjang, ruang usaha untuk menyerap kenaikan biaya akan semakin terbatas. Kondisi ini berpotensi mendorong sebagian pelaku usaha menyesuaikan harga jual secara bertahap, sehingga perkembangan inflasi harga produsen tetap menjadi indikator penting dalam memantau tekanan biaya di sektor riil dan prospek inflasi ke depan.

Data Terkait

elastisitas-pdb-terhadap-kesempatan-kerja-manufaktur-ri-unggul-di-asia
Ekonomi

Elastisitas PDB terhadap Kesempatan Kerja Manufaktur RI Unggul di Asia

Elastisitas PDB terhadap kesempatan kerja manufaktur Indonesia mencapai 0,804, lebih tinggi dari Vietnam, Malaysia, dan China. Meski demikian sektor jasa dan pertanian relatif tertinggal.

21 jam yang lalu

industri-manufaktur-masih-ekspansi-indeks-tenaga-kerja-terkontraksi
Ekonomi

Industri Manufaktur Masih Ekspansi, Indeks Tenaga Kerja Terkontraksi

BPS mencatat IKBM mencapai 52,31 pada kuartal II-2026 atau masih berada di zona ekspansi. Namun, komponen tenaga kerja turun ke level kontraksi 49,92.

3 hari yang lalu

pertumbuhan-industri-manufaktur-melambat-di-bawah-laju-pdb-nasional
Ekonomi

Pertumbuhan Industri Manufaktur Melambat, di Bawah Laju PDB Nasional

Pertumbuhan PDB manufaktur melambat menjadi 4,52% yoy pada triwulan II-2026, di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% yoy.

3 hari yang lalu

perjalanan-wisatawan-nusantara-tembus-107-juta-pada-juni-2026
Sosial Budaya

Perjalanan Wisatawan Nusantara Tembus 107 Juta pada Juni 2026

BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 107,19 juta perjalanan pada Juni 2026.

5 hari yang lalu

perjalanan-wisatawan-nasional-naik-menjadi-766-ribu-pada-juni-2026
Sosial Budaya

Perjalanan Wisatawan Nasional Naik Menjadi 766 Ribu pada Juni 2026

BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 766.780 ribu perjalanan pada Juni 2026.

5 hari yang lalu

ini-5-penyumbang-defisit-dagang-nonmigas-terbesar-di-semester-i-2026
Ekonomi

Ini 5 Penyumbang Defisit Dagang Nonmigas Terbesar di Semester I-2026

Mesin dan peralatan mekanis menyumbang defisit perdagangan nonmigas terbesar, yaitu US$ 15,93 miliar disusul berbagai komoditas lainnya.

5 hari yang lalu