Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia Anjlok Terparah di Dunia

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:51 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia Anjlok Terparah di Dunia
Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia Anjlok Terparah di Dunia

Tingkat kepercayaan diri masyarakat Indonesia terhadap kondisi perekonomian mengalami guncangan hebat. Berdasarkan laporan terbaru Ipsos bertajuk Global Consumer Confidence Index (GCCI) periode Januari 2025 hingga Juni 2026, Indonesia mencatatkan penurunan indeks kepercayaan konsumen atau Consumer Confidence Index (CCI) bulanan terbesar di dunia pada Juni 2026. Nilai indeks Indonesia merosot tajam sebesar 3,7 poin, yang memaksa posisinya turun ke level 52,9.

Laporan Ipsos tersebut memaparkan bahwa dinamika geopolitik global, situasi ekonomi domestik, dan arah kebijakan pemerintah memegang peranan krusial dalam membentuk sentimen konsumen. Dalam dua bulan terakhir, kombinasi faktor-faktor tersebut menekan psikologis pasar di tanah air. Kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok yang merangkak naik sejak Maret, ditambah dengan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada Mei, memicu kekhawatiran meluas. Kondisi ini kian diperparah oleh gelombang aksi protes masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menciptakan persepsi ketidakpastian di ruang publik.

Melihat rekam jejak historisnya sejak awal 2025, pergerakan CCI Indonesia sebenarnya sempat menunjukkan resiliensi yang cukup stabil. Sepanjang semester pertama 2025, indeks ini bergerak di kisaran 58 hingga 64 poin, dengan puncak tertinggi di level 64,2 pada Februari 2025. Tantangan hebat sempat melanda pada September 2025 ketika terjadi aksi protes nasional berskala besar, yang menjatuhkan nilai indeks ke titik terendah saat itu, yakni 52,3. Namun, sentimen konsumen berhasil kembali dan stabil di atas level 62-63 pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026, sebelum akhirnya kembali menukik tajam menuju 52,9 pada Juni 2026.

Berdasarkan rincian data per sektor bulanan (masih dari laporan IPSOS), penurunan terdalam dialami oleh Current Index yang mengukur situasi keuangan pribadi saat ini serta kondisi ekonomi dan lapangan kerja lokal, dengan kejatuhan drastis sebesar 6,5 poin.

Sektor investasi juga terpukul hebat, di mana Investment Index yang mencerminkan kepercayaan pembelian, investasi, serta prospek finansial personal merosot hingga 5,8 poin. Sementara itu, indeks yang mengukur ekspektasi situasi keuangan dan ekonomi lokal di masa depan ikut melemah 3,7 poin. Di tengah rapor merah tersebut, persepsi masyarakat terhadap keamanan kerja dan potensi pemutusan hubungan kerja (Jobs Index) menjadi satu-satunya indikator yang mampu bertahan stabil tanpa mencatatkan penurunan signifikan.

Kemerosotan ini berdampak langsung pada posisi Indonesia di kancah internasional. Dalam perbandingan global yang melibatkan 30 negara, posisi Indonesia terlempar ke peringkat keenam. Posisinya kini berada di bawah India yang memimpin di peringkat pertama dengan skor 63,8, menjadikannya satu-satunya negara di dunia bulan ini yang mampu menjaga skor CCI di atas level 60. Selain India, tingkat kepercayaan konsumen Indonesia saat ini juga tertinggal dari Swedia (57,8), Malaysia (56,8), Kolombia (54,0), dan Brasil (53,0).

Tabel Peringkat Global & Skor CCI (Juni 2026) - (IPSOS/desain oleh Notebook LM/DATASATU)
Tabel Peringkat Global & Skor CCI (Juni 2026) - (IPSOS/desain oleh Notebook LM/DATASATU)

Data Terkait

tingkat-pemahaman-ai-global-stabil-indonesia-tertinggi-dalam-survei
Teknologi dan Informasi

Tingkat Pemahaman AI Global Stabil, Indonesia Tertinggi dalam Survei

Riset Ipsos 2026: 72% warga dunia paham AI. Indonesia tertinggi (89%), Jepang terendah (48%). AS/Kanada (NA) paling cemas (65%), sedangkan APAC paling antusias.

17 Jul 2026

tingkat-kepuasan-infrastruktur-indonesia-lampaui-rata-rata-global
Sosial Budaya

Tingkat Kepuasan Infrastruktur Indonesia Lampaui Rata-Rata Global

Riset IPSOS menunjukkan variasi yang cukup besar terkait tingkat kepuasan publik terhadap pembangunan infrastruktur nasional di 29 negara.

17 Jul 2026