Harga Kebutuhan Pokok Jadi Kekhawatiran Utama Publik Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 14:40 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Harga Kebutuhan Pokok Jadi Kekhawatiran Utama Publik Indonesia
Harga Kebutuhan Pokok Jadi Kekhawatiran Utama Publik Indonesia

Biaya hidup dan ketersediaan lapangan kerja masih membayangi masyarakat Indonesia di paruh kedua tahun ini. Riset terbaru lembaga survei Ipsos Indonesia merekam bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok menempati posisi teratas sebagai isu yang paling dikhawatirkan publik, yakni mencapai 81 persen pada survei Agustus 2026.

Meski sedikit melandai dari angka 82% pada April 2026, tekanan harga barang pokok ini dinilai masih menjadi penentu utama perilaku belanja sehari-hari. Di saat yang sama, kekhawatiran terhadap lonjakan angka pengangguran justru melompat cukup tajam, dari 35% pada April menjadi 45% pada Agustus 2026.

Selain kedua isu tersebut, survei mencatat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan energi berada di posisi kedua dengan 65% (turun dari 78%). Diikuti oleh kekhawatiran terhadap laju inflasi sebesar 46%, meningkatnya angka kemiskinan 40%, serta harga gas LPG 28%. Sementara isu biaya transportasi umum dan tiket pesawat masing-masing berada di level 18 persen dan 7%.

Melihat pergeseran tersebut, Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla, menekankan bahwa kondisi ini langsung memengaruhi pola konsumsi masyarakat di pasar.

“Kita melihat konsumen Indonesia yang tetap berhati-hati dan selektif dalam membelanjakan uangnya. Dalam kondisi seperti ini, brand perlu memahami bahwa pertumbuhan tidak hanya berbicara mengenai seberapa kuat sebuah brand di benak konsumen, tetapi juga bagaimana brand dapat hadir dan tetap relevan ketika konsumen membuat keputusan pembelian,” ujar Hansal dalam acara Ipsos Growth Forum 2026 di Jakarta (23/9).

Kondisi ekonomi makro sejatinya menunjukkan sinyal positif, di mana indeks keyakinan konsumen (Consumer Confidence Index) Indonesia berada di level 53,9 pada Agustus 2026 dan menempati peringkat kelima dari 30 negara. Namun, posisi ini turut dipengaruhi oleh melemahnya sentimen di beberapa negara lain, sementara tekanan daya beli di dalam negeri masih nyata dirasakan.

Untuk itu, para pelaku usaha dinilai perlu menyesuaikan strategi dengan memastikan produk mudah ditemukan dan memiliki variasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar, alih-alih hanya bergantung pada promosi harga semata. 

Kekhawatiran Utama Masyarakat Indonesia Saat Ini - (IPSOS/DATASATU)
Kekhawatiran Utama Masyarakat Indonesia Saat Ini - (IPSOS/DATASATU)

Data Terkait

jawa-tengah-jadi-provinsi-dengan-imk-terbanyak-di-indonesia
Ekonomi

Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan IMK Terbanyak di Indonesia

BPS sebut total usaha Industri Mikro dan Kecil atau IMK di Indonesia mencapai 4.461.888 unit usaha sepanjang 2025 dan pulau Jawa mendominasi.

4 hari yang lalu

pertumbuhan-pdb-per-kapita-indonesia-posisi-24-dunia
Ekonomi

Pertumbuhan PDB per Kapita Indonesia Posisi 24 Dunia

Peta perekonomian global bergerak dinamis selama tiga setengah dekade terakhir. Indonesia berada pada posisi 24 dunia dalam laporan pertumbuhan PDB per kapita.

18 Sep 2026

mengenal-fenomena-lipstick-effect-dan-pergeserannya-di-era-modern
Ekonomi

Mengenal Fenomena Lipstick Effect dan Pergeserannya di Era Modern

Saat ekonomi buruk, fenomena Lipstik Effect membuat konsumen tetap membeli barang mewah kecil seperti lipstik. Istilah ini dipopulerkan Leonard Lauder.

13 Agu 2026

konsumsi-pemerintah-melonjak-tinggi-pada-triwulan-ii-2026
Ekonomi

Konsumsi Pemerintah Melonjak Tinggi pada Triwulan II 2026

BPS mencatat konsumsi pemerintah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran dengan kenaikan mencapai 15,97% secara tahunan.

5 Agu 2026

ekonomi-pulau-jawa-dominasi-indonesia-bali-nusra-tumbuh-pesat
Ekonomi

Ekonomi Pulau Jawa Dominasi Indonesia, Bali Nusra Tumbuh Pesat

Pulau Jawa masih menyumbang porsi terbesar terhadap ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2026 dengan kontribusi mencapai 56,47%.

5 Agu 2026

tingkat-pemahaman-ai-global-stabil-indonesia-tertinggi-dalam-survei
Teknologi dan Informasi

Tingkat Pemahaman AI Global Stabil, Indonesia Tertinggi dalam Survei

Riset Ipsos 2026: 72% warga dunia paham AI. Indonesia tertinggi (89%), Jepang terendah (48%). AS/Kanada (NA) paling cemas (65%), sedangkan APAC paling antusias.

17 Jul 2026