Zakat Nasional Melesat Jelang Lebaran, Penyaluran Dukung Agenda SDGs

Rabu, 18 Maret 2026 | 12:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Zakat Nasional Melesat Jelang Lebaran, Penyaluran Dukung Agenda SDGs
Penghimpunan zakat nasional melonjak signifikan dan kian diarahkan untuk mendukung SDGs. Zakat dinilai strategis menutup kesenjangan pembiayaan pembangunan.

Pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia terus mengalami peningkatan, terutama menjelang Ramadan hingga Lebaran. Outlook Zakat Indonesia pada 2026 mencatat lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, di mana total penghimpunan zakat nasional naik dari Rp 8,12 triliun pada 2018 menjadi Rp 40,51 triliun pada 2024 atau tumbuh sekitar 398%. 

Seiring dengan pertumbuhan tersebut, pemanfaatan zakat kini semakin diarahkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Zakat dinilai memiliki peran penting dalam membantu menutup kesenjangan pembiayaan SDGs di Indonesia yang diperkirakan mencapai USD 1 triliun hingga 2030, dengan fungsi sebagai pembiayaan sosial yang terarah dan berdampak langsung bagi kelompok rentan.

Penghimpunan zakat nasional melonjak signifikan dan kian diarahkan untuk mendukung SDGs. Zakat dinilai strategis menutup kesenjangan pembiayaan pembangunan. - (Outlook Zakat Indonesia 2026/Diproduksi Gemini AI)
Penghimpunan zakat nasional melonjak signifikan dan kian diarahkan untuk mendukung SDGs. Zakat dinilai strategis menutup kesenjangan pembiayaan pembangunan. - (Outlook Zakat Indonesia 2026/Diproduksi Gemini AI)

Penyaluran zakat juga telah mencakup berbagai sektor yang berkaitan erat dengan target pembangunan. Outlook Zakat Indonesia melaporkan, pada 2024, alokasi terbesar disalurkan untuk bidang kemanusiaan sebesar Rp 3,10 triliun, diikuti dakwah dan advokasi Rp 1,75 triliun, pendidikan Rp 1,29 triliun, ekonomi Rp 616 miliar, serta kesehatan Rp 458 miliar. Seluruh distribusi tersebut dirancang untuk mendorong pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi produktif.

BAZNAS juga mengintegrasikan pendekatan SDGs dalam berbagai program unggulan, seperti Zakat Community Development, BAZNAS Microfinance, hingga program pemberdayaan ekonomi dan sosial lainnya. Pendekatan ini menempatkan mustahik sebagai pelaku utama pembangunan, sehingga zakat tidak hanya bersifat bantuan jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen transformasi sosial yang berkelanjutan.

Data Terkait

meski-pemudik-turun-dampak-ekonomi-lebaran-2026-diproyeksi-lampaui-2025
Ekonomi

Meski Pemudik Turun, Dampak Ekonomi Lebaran 2026 Diproyeksi Lampaui 2025

Meski pemudik turun 6,93% yoy jadi 143,9 juta, perputaran uang Lebaran 2026 tembus Rp 161,8 triliun, melampaui Lebaran 2025 yang mendorong PDB hingga 5,2% yoy.

26 Mar 2026

penukaran-uang-melonjak-jelang-lebaran-tembus-91-di-2026
Ekonomi

Penukaran Uang Melonjak Jelang Lebaran, Tembus 91% di 2026

Penukaran uang mencapai 91% jelang Lebaran 2026, naik dari 89% tahun lalu. Lonjakan kartal terjadi tiap Ramadan, namun daya beli tetap dipengaruhi inflasi.

25 Mar 2026

diskon-transportasi-lebaran-mampu-meredam-inflasi-meski-efek-terbatas
Ekonomi

Diskon Transportasi Lebaran Mampu Meredam Inflasi, Meski Efek Terbatas

Diskon transportasi Rp 911,16 miliar bantu jaga inflasi dan daya beli saat Lebaran 2026, meski efeknya terbatas dan terbatas pada preferensi moda transportasi.

25 Mar 2026

inflasi-ramadan-lebaran-2026-tak-diimbangi-pertumbuhan-upah
Ekonomi

Inflasi Ramadan-Lebaran 2026 Tak Diimbangi Pertumbuhan Upah

Daya beli melemah jelang Ramadan 2026 akibat inflasi naik, sementara pertumbuhan upah hanya mencapai 1,94% pada Agustus 2025 dan tertinggal dari laju inflasi.

25 Mar 2026

daya-beli-melemah-inflasi-ramadan-lebaran-2026-bergeser-ke-sektor-jasa
Ekonomi

Daya Beli Melemah, Inflasi Ramadan-Lebaran 2026 Bergeser ke Sektor Jasa

Inflasi naik ke 4,76% di awal 2026, sementara upah tertinggal. Pola konsumsi bergeser ke perawatan pribadi dan jasa selama Ramadan-Lebaran 2026.

24 Mar 2026

okupansi-hotel-saat-lebaran-2026-tulungagung-tertinggi-capai-93
Sosial Budaya

Okupansi Hotel Saat Lebaran 2026: Tulungagung Tertinggi, Capai 93%

Okupansi hotel di Indonesia bervariasi saat Nyepi-Lebaran 2026, Tulungagung tembus 80-93%, Bali 80%, Sentul 70%, sementara Jogja turun ke 40-65%.

24 Mar 2026