Bank Indonesia (BI) memproyeksikan sektor transportasi dan pergudangan menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi paling agresif pada 2026. Laju pertumbuhan PDB sektor ini diperkirakan berada pada kisaran sebesar 10,8% hingga mencapai 11,6%, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas perdagangan domestik dan internasional.
Di bawah sektor transportasi, kinerja ekonomi juga diperkirakan menguat pada sektor informasi dan komunikasi. BI memperkirakan pertumbuhan PDB sektor ini berada pada rentang sebesar 8,0% hingga mencapai 8,8%, ditopang ekspansi ekonomi digital, peningkatan kebutuhan data, serta adopsi teknologi oleh pelaku usaha dan masyarakat.
Sektor jasa keuangan dan asuransi menyusul sebagai salah satu motor pertumbuhan utama. BI memproyeksikan pertumbuhan PDB sektor ini mencapai kisaran sebesar 7,6% hingga 8,4%. Selain itu, sektor konstruksi diperkirakan tumbuh sebesar 7,5% hingga mencapai 8,3% seiring berlanjutnya proyek infrastruktur dan properti.
Adapun sektor jasa lainnya melengkapi lima besar sektor dengan pertumbuhan tercepat pada 2026. BI memperkirakan sektor ini mencatat laju pertumbuhan PDB sebesar 7,0% hingga mencapai 7,8%, mencerminkan membaiknya aktivitas jasa seiring penguatan konsumsi dan investasi nasional.