Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2025 ditopang oleh sektor industri pengolahan dengan kontribusi 19,15% dan pertumbuhan 5,54% year on year (yoy). Selanjutnya, disusul oleh sektor perdagangan yang memiliki distribusi 13,19% dan pertumbuhan 5,49% yoy, serta sektor pertanian dengan distribusi 14,35% dan pertumbuhan 4,93% yoy. Sektor-sektor ini menjadi motor penggerak utama di Tanah Air, karena selain memiliki pangsa besar, sektor tersebut juga menunjukkan pertumbuhan positif yang stabil.
Lebih lanjut, sektor jasa lainnya mencatat pertumbuhan paling tinggi dengan kenaikan 9,92% yoy, meski kontribusinya terhadap total perekonomian relatif kecil (2,07%). Pertumbuhan pesat sektor ini mencerminkan peningkatan aktivitas layanan non-tradisional yang semakin dibutuhkan masyarakat dan bisnis, meskipun dampaknya terhadap PDB keseluruhan masih terbatas karena proporsinya yang kecil.
Di sisi lain, PDB sektor pertambangan justru mencatatkan kontraksi pada periode ini, yakni turun 1,98% yoy. Padahal, kontribusi sektor pertambangan terhadap PDB mencapai 8,51%, sehingga cukup memengaruhi kinerja ekonomi secara keseluruhan. Kontraksi ini dipicu oleh melemahnya harga komoditas tertentu dan penurunan volume produksi, yang menandakan sektor ini menghadapi tekanan pasar dan tantangan internal.