Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang sebelumnya menjabat di posisi tersebut. Pelantikan Purbaya bersama sejumlah menteri dan wakil menteri lain dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (8/9/2025).
Setelah dilantik, Menkeu Purbaya langsung mengeluarkan strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, di antaranya, menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6-7%. Target ini diyakini bisa tercapai melalui peningkatan peran aktif baik pemerintah maupun sektor swasta dalam mendorong roda perekonomian. Kemudian, pada 12 September 2025, Menkeu Purbaya secara resmi menyuntikkan dana Rp 200 triliun ke bank-bank milik negara untuk mempercepat aliran uang ke sektor riil, sehingga kredit dan konsumsi masyarakat dapat meningkat serta perekonomian kembali tumbuh. Selain itu, Menkeu Purbaya menyatakan bahwa dalam rangka meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta memperkuat sumber penerimaan negara, ia menolak penerapan kebijakan tax amnesty karena dinilai berpotensi menurunkan penerimaan negara secara struktural. Di samping itu, Purbaya juga fokus dalam menjaga kesehatan APBN melalui meningkatkan belanja negara yang berkualitas dengan fokus pada 8 agenda prioritas yang efisien dan produktif. Purbaya juga menggelontorkan stimulus untuk menggerakkan perekonomian pada akhir 2025 melalui paket stimulus 8+4+5. Menurut Purbaya, paket ini digelontorkan pemerintah guna menggerakkan perekonomian tanpa memperlebar defisit APBN.
Langkah-langkah awal serta sikap tegas terhadap kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh Menkeu Purbaya menandai arah baru kebijakan fiskal di bawah kepemimpinannya. Kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi perekonomian Indonesia di tengah tantangan global yang dinamis.