Bulu tangkis kokoh menjadi cabang olahraga (cabor) penyumbang medali terbanyak sepanjang partisipasi Indonesia di Asian Games. Dari total perolehan, bulu tangkis mengoleksi 99 medali yang terdiri atas 29 emas, 27 perak, dan 45 perunggu (data hingga Kamis, 24/9 saat tim bulu tangkis Indonesia meraih medali beregu dalam Asian Games 2026). Capaian ini menegaskan posisi bulu tangkis sebagai cabang paling produktif sekaligus tulang punggung prestasi olahraga nasional di tingkat Asia.
Tingginya raihan 29 medali emas mencerminkan daya saing atlet bulu tangkis Indonesia yang konsisten di level elite. Keberhasilan ini membuktikan bahwa bulu tangkis telah memiliki ekosistem pembinaan yang relatif mapan serta tradisi juara yang terjaga antargenerasi.
Di posisi kedua, cabang atletik menyumbang total 49 medali (4 emas, 9 perak, dan 36 perunggu). Meski torehan emasnya jauh di bawah bulu tangkis, kontribusi atletik terhadap akumulasi medali tetap signifikan. Tingginya angka medali perunggu menandakan potensi atlet Indonesia cukup kompetitif di berbagai nomor, meski masih menghadapi tantangan besar untuk mengonversinya menjadi podium tertinggi.
Cabang tenis menempati peringkat ketiga dengan koleksi 42 medali yang mencakup 15 emas, 5 perak, dan 22 perunggu. Menariknya, meski secara agregat berada di bawah atletik, tenis memiliki rasio konversi emas yang jauh lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan efektivitas atlet tenis Indonesia dalam memaksimalkan momentum ketika menembus partai puncak. (Vebriansyah Pratama Putra)