Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1,39 juta kunjungan pada Juni 2026. Secara kumulatif, sepanjang Januari–Juni 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 7,45 juta kunjungan, meningkat 5,71% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Berdasarkan negara asal, Malaysia masih menjadi penyumbang wisman terbesar ke Indonesia dengan 258.694 kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Singapura sebanyak 169.912 kunjungan dan Australia sebanyak 167.500 kunjungan. Ketiga negara tersebut menjadi kontributor utama kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Sementara itu, Tiongkok berada di peringkat keempat dengan 117.505 kunjungan, disusul Timor Leste (74.950) dan India (71.109). Adapun Amerika Serikat mencatat 41.894 kunjungan, diikuti Korea Selatan (34.894), Inggris (33.577), dan Jepang (29.702), yang melengkapi daftar sepuluh besar negara asal wisman.
Dominasi Malaysia, Singapura, dan Australia menunjukkan bahwa pasar utama pariwisata Indonesia masih didominasi negara-negara di kawasan Asia Pasifik, terutama negara tetangga. Kedekatan geografis, konektivitas penerbangan yang semakin baik, serta eratnya hubungan bisnis dan pariwisata menjadi faktor yang mendorong tingginya arus kunjungan dari negara-negara tersebut. Di sisi lain, tingginya kunjungan dari Tiongkok, India, Amerika Serikat, hingga negara-negara Eropa mencerminkan semakin luasnya jangkauan pasar pariwisata Indonesia di tingkat global.