Kinerja sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren pemulihan yang kuat dalam lima tahun terakhir. Setelah terdampak pandemi dengan hanya 1,56 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2021, jumlah kunjungan meningkat hampir empat kali lipat menjadi 5,89 juta pada 2022. Tren tersebut berlanjut pada 2023 dengan 11,68 juta kunjungan, kemudian naik menjadi 13,89 juta pada 2024 dan mencapai 15,39 juta kunjungan pada 2025, yang merupakan capaian tertinggi sejak pandemi.
Momentum pertumbuhan tersebut masih berlanjut pada 2026. Sepanjang Januari–Juni 2026, jumlah kunjungan wisman telah mencapai 7,45 juta kunjungan atau sekitar 48,4% dari total kunjungan sepanjang 2025. Capaian tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi jumlah kunjungan semester pertama tertinggi sejak pandemi, mencerminkan tetap kuatnya daya tarik destinasi wisata Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pertumbuhan konsisten ini membawa dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Selain mendongkrak penerimaan devisa negara secara substantif, peningkatan kunjungan wisman memicu multiplier effect yang merata—mulai dari tingginya okupansi perhotelan, kebangkitan industri kuliner dan ekonomi kreatif, hingga terciptanya jutaan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
Memasuki paruh kedua tahun 2026, optimisme industri pariwisata nasional semakin menguat. Dengan memanfaatkan momentum peak season di akhir tahun, Indonesia berpeluang besar tidak hanya melampaui capaian tahun sebelumnya, tetapi juga sepenuhnya memulihkan volume kunjungan wisman ke level pra-pandemi sekaligus memperkokoh posisi pariwisata sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi masa depan.