Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama pemerintah pusat dan daerah bersinergi menyiapkan beragam agenda untuk menyambut libur Imlek 2026. Sejumlah kota seperti Singkawang, Semarang, Solo, Palembang, hingga Selatpanjang di Riau didorong berkolaborasi dengan pelaku industri pariwisata dan komunitas lokal guna menghadirkan atraksi yang mampu menarik wisatawan.
Di Kepulauan Riau, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), serta pelaku usaha pariwisata menggelar bazar tematik selama satu bulan penuh. Sementara itu, Kota Singkawang di Kalimantan Barat kembali menghadirkan rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh 2026 melalui festival budaya, mulai dari pawai lampion, pertunjukan seni Tionghoa, kampung Tionghoa, ritual cuci jalan, hingga parade Tatung.
Tak hanya itu, Kemenpar juga menggulirkan program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang memuat 125 kegiatan unggulan di 38 provinsi. Beberapa di antaranya berkaitan erat dengan budaya Tionghoa, seperti Grebeg Sudiro di Surakarta (5-21 Februari 2026), Festival Perang Air di Kepulauan Meranti (16-22 Februari 2026), serta Cap Go Meh Bogor Street Festival (1-3 Maret 2026).
Selain perayaan saat Imlek dan Cap Go Meh, sejumlah festival lain juga dijadwalkan sepanjang tahun. Festival Bakar Tongkang di Bagansiapiapi akan berlangsung 29 Juni-1 Juli 2026, Festival Arak-Arakan Cheng Ho digelar 15-16 Agustus 2026 di Semarang, serta Festival Cisadane di Banten pada 14-18 Juni 2026. Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pergerakan wisatawan domestik maupun mancanegara sepanjang 2026.