Fakta di Balik Bencana Besar Sumatera

Jumat, 5 Desember 2025 | 11:24 WIB

W
Penulis: Widya Astuti | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Fakta di Balik Bencana Besar Sumatera
Dua siklon tropis dan kerusakan lahan memicu bencana besar di Sumatera. Sebanyak 836 orang meninggal dunia dan ribuan mengungsi.

Bencana alam yang melanda Sumatera dalam beberapa pekan terakhir dipicu berbagai faktor. Dua siklon tropis, yakni Koto dan Senyar menjadi salah satu penyebab utama cuaca ekstrem di kawasan barat Indonesia. 

Kedua siklon tersebut menghasilkan hujan sangat lebat, tiupan angin kuat, hingga gelombang tinggi di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Letak Selat Malaka sebagai jalur masuk sistem cuaca ini turut memperbesar dampak yang dirasakan sejumlah daerah.

Di sisi lain, organisasi lingkungan Walhi menilai kerusakan ekologis turut memperburuk kondisi. Mereka menyebut setidaknya tujuh perusahaan berkontribusi terhadap meluasnya banjir di kawasan Tapanuli akibat pembukaan dan degradasi lahan. Akibatnya, genangan dan aliran banjir merembet ke 51 desa di delapan kabupaten/kota, memperluas area terdampak dan menyulitkan proses perlindungan warga.

Dua siklon tropis dan kerusakan lahan memicu bencana besar di Sumatera. Sebanyak 836 orang meninggal dunia dan ribuan mengungsi. - (BNPB dan berbagai sumber/Karen Agatha)
Dua siklon tropis dan kerusakan lahan memicu bencana besar di Sumatera. Sebanyak 836 orang meninggal dunia dan ribuan mengungsi. - (BNPB dan berbagai sumber/Karen Agatha)

Jumlah korban juga terus bertambah. Hingga 4 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, BNPB melaporkan 836 orang meninggal dunia, sedangkan jumlah korban hilang mencapai 518 orang dan 2.700 orang terluka. Sejumlah desa sempat terputus aksesnya, membuat upaya pencarian dan evakuasi berjalan lambat, apalagi di daerah dengan kondisi topografi sulit dijangkau.

Data Terkait

hpht-sumatera-terbesar-kedua-pemerintah-cabut-izin-perusahaan
Lingkungan

HPHT Sumatera Terbesar Kedua, Pemerintah Cabut Izin Perusahaan

Sumatera menjadi pulau dengan izin HPHT terbesar kedua di Indonesia pada 2025. Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan kehutanan hingga tambang yang melanggar aturan.

23 Jan 2026

sumatera-punya-15-hph-izin-perusahaan-dicabut-usai-bencana
Lingkungan

Sumatera Punya 15 HPH, Izin Perusahaan Dicabut Usai Bencana

Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan kehutanan di Sumatera dan wilayah lain. Adapun HPH di Sumatera mencapai 15 HPH di 2025.

23 Jan 2026

korban-meninggal-di-bencana-sumatera-capai-1198-orang
Lingkungan

Korban Meninggal di Bencana Sumatera Capai 1.198 Orang

BNPB mencatat total korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera mencapai 1.198 orang, dengan Aceh sebagai provinsi terdampak terparah.

19 Jan 2026

144-korban-bencana-masih-belum-ditemukan-sumatera-barat-terbanyak
Lingkungan

144 Korban Bencana Masih Belum Ditemukan, Sumatera Barat Terbanyak

BNPB mencatat 144 orang masih hilang akibat bencana di Sumatera hingga 16 Januari 2025. Sumatera Barat catat jumlah korban hilang terbanyak.

19 Jan 2026

166-ribu-warga-bertahan-di-pengungsian-bencana-sumatera-aceh-terbanyak
Lingkungan

166 Ribu Warga Bertahan di Pengungsian Bencana Sumatera, Aceh Terbanyak

Sebanyak 166 ribu warga masih mengungsi akibat bencana di Sumatera. Aceh menjadi wilayah dengan pengungsi terbanyak, jauh melampaui Sumut dan Sumbar.

19 Jan 2026

pengajuan-pembangunan-hunian-korban-bencana-sumatera-capai-55
Lingkungan

Pengajuan Pembangunan Hunian Korban Bencana Sumatera Capai 55%

Pengajuan pembangunan hunian sementara korban bencana Sumatera sudah mencapai 55%. Adapun pembangunan ini ditargetkan selesai sebelum Ramadan.

19 Jan 2026