Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis temuan terbaru terkait hal yang paling diingat publik saat mendengar nama tiga partai politik dengan elektabilitas teratas, yaitu Partai Gerindra, PDI Perjuangan, dan Partai Golkar. Survei ini dilaksanakan pada periode 14 hingga 20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka langsung dengan responden terpilih di berbagai wilayah.
Hasil survei memperlihatkan bahwa Partai Gerindra sangat lekat dengan sosok figur utamanya. Sebanyak 26,1% responden langsung mengaitkan Gerindra dengan nama Prabowo Subianto. Hal lain yang diingat publik dari partai ini meliputi lambang Garuda sebesar 3,5%, sebutan presiden 0,8%, warna merah 0,6%, dan citra ketegasan sebesar 0,6%.
Pola serupa terjadi pada PDI Perjuangan yang juga didominasi oleh ketokohan Megawati Soekarnoputri sebesar 17%. Selain Megawati, publik mengingat lambang banteng dengan angka 8%, disusul nama Puan Maharani sebesar 2,4%, warna merah 1,9%, serta nama Joko Widodo sebesar 1,6%.
Berbeda dari Gerindra dan PDI Perjuangan yang paling dominan diasosiasikan dengan figur tokoh, Partai Golkar justru paling kuat diingat lewat simbol resminya. Asosiasi tertinggi untuk Golkar adalah lambang pohon beringin dengan angka 6,4%. Setelah itu, publik mengaitkan partai ini dengan figur Bahlil Lahadalia sebesar 4,9%, warna kuning 3,5%, mantan Presiden Soeharto 2,5%, dan Jusuf Kalla sebesar 0,8%.
Di samping ingatan publik terhadap ketiga partai tersebut, riset Poltracking Indonesia juga mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan partai politik secara umum. Hasilnya menunjukkan sebanyak 44,9% responden mengaku cukup percaya dan 4,8% menyatakan sangat percaya. Sementara itu, kelompok responden yang merasa kurang percaya mencapai 32,3%, sangat tidak percaya 4,8%, serta sisanya sebanyak 13,2% menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.