Usulan Penerapan E-Voting dalam Pilkada: Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:04 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Usulan Penerapan E-Voting dalam Pilkada: Apa Kelebihan dan Kekurangannya?
Usulan penerapan pemungutan suara elektronik dalam Pilkada kembali mengemuka dan layak dipertimbangkan untuk meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemilu.

Usulan penerapan pemungutan suara elektronik (e-voting) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) kembali mengemuka dan dinilai layak dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk menekan tingginya biaya politik serta meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemilu. Dengan memanfaatkan teknologi digital, e-voting diharapkan mampu menyederhanakan proses pemungutan dan penghitungan suara yang selama ini membutuhkan anggaran besar, logistik kompleks, serta waktu yang panjang.

Kelebihan

Kekurangan

Penghitungan dan tabulasi suara jauh lebih cepat serta meminimalisir kesalahan manusia dalam pencoblosan/perhitungan serta menghindari masalah lembar surat suara yang rusak.Kerentanan sistem e-voting terhadap bug, virus, atau serangan hacker, sehingga berpotensi bahwa hasil pemilu dapat dimanipulasi.
Mudah dalam pelaksanaan pemilihan dan memungkinkan dapat dipahami oleh kelompok disabilitas atau buta huruf.Pemilih yang tidak terbiasa dengan komputer bisa salah memilih.
Mencegah kecurangan karena sistem e-voting sudah terintegrasi dengan KTP elektronikKeterbatasan listrik, internet, dan SDM di daerah terpencil membuat pelaksanaan e-voting lebih sulit dilaksanakan.
Mengurangi biaya karena mesin elektronik dapat dipergunakan berulang kali, sementara pemilu konvensional mengharuskan KPU mencetak surat suara dalam jumlah banyak. Kurangnya standar e-voting yang disepakati bersama berpotensi menimbulkan sengketa serta mendelegitimasi proses dan hasil pemilu.
Menjawab kebutuhan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi, sehingga pemilih yang berhalangan hadir secara fisik di TPS asal, tetap dapat menyalurkan hak suaranya dari mana saja.Tuntutan keamanan TI yang tinggi, sehingga membutuhkan biaya perawatan dan pemutakhiran sistem yang tidak sedikit, maka sistem e-voting bisa jadi lebih tidak efisien dengan sistem pemilu konvensional pada umumnya.

Data Terkait

pemerintah-kaji-wacana-pilkada-oleh-dprd-demi-efisiensi-dan-demokrasi
Politik

Pemerintah Kaji Wacana Pilkada oleh DPRD demi Efisiensi dan Demokrasi

Sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara memberikan keterangan terkait wacana pengalihan mekanisme pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

1 hari yang lalu