Sejumlah negara telah menerapkan sistem electronic voting dengan beragam metode, mulai dari mesin pemungutan suara hingga pemungutan suara daring. India, Filipina, Prancis, dan Brasil menggunakan mesin elektronik untuk mempercepat dan mengefisienkan penghitungan suara, sementara Estonia menjadi pelopor pemungutan suara berbasis internet dengan sistem identitas digital yang kuat. Pengalaman negara-negara tersebut menunjukkan bahwa e-voting dapat meningkatkan efisiensi pemilu, meski tetap memerlukan jaminan keamanan dan transparansi.