Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera meninggalkan kerusakan lahan yang sangat luas, dengan Aceh menjadi provinsi yang terdampak paling parah. Total kerusakan lahan di wilayah ini mencapai 14,68 ribu hektare, terutama berupa sawah dan tambak yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Di Aceh Utara saja, lebih dari 12,78 ribu hektare sawah serta 10,65 ribu hektare tambak terendam. Kerusakan juga terlihat di Aceh Tengah yang mencatat 195 hektare sawah rusak, sementara Aceh Barat mengalami banjir yang merendam 1,71 ribu hektare sawah dan 45 hektare kebun sawit.
Kerusakan lahan juga terjadi di provinsi lain, meski tidak sebesar Aceh. Di Sumatera Barat, total lahan yang terdampak mencapai 0,45 ribu hektare, terdiri dari 341 hektare sawah dan 106 hektare lahan jagung. Dampaknya tidak hanya merusak produksi pangan, tetapi juga mengganggu mata pencaharian petani yang mengandalkan musim tanam di wilayah tersebut.
Sumatera Utara mencatat kerusakan lahan sekitar 0,22 ribu hektare. Di Kabupaten Serdang Bedagai, sekitar 80 hektare sawah dan 60 hektare lahan hortikultura terendam banjir. Tapanuli Tengah juga melaporkan kerusakan 82 hektare sawah, memperlihatkan bagaimana bencana ini menghantam wilayah-wilayah sentra pangan secara luas.