Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang pada Senin (27/4) malam. Insiden ini bermula dari kecelakaan di perlintasan dekat stasiun, ketika sebuah mobil taksi listrik tertemper KRL karena melintang di rel menuju arah Jakarta. Gangguan tersebut kemudian memicu rangkaian kejadian lanjutan.
Humas KAI Daop 1 Jakarta menjelaskan, akibat tabrakan awal tersebut, terdapat KRL menuju Cikarang yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada jalur yang sama dengan KA Argo Bromo Anggrek. Tidak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL tersebut, sehingga menyebabkan kecelakaan beruntun.
Hingga Rabu (29/4), jumlah korban tercatat sebanyak 107 orang, terdiri dari 16 korban meninggal dunia dan 91 orang mengalami luka-luka. Dari total korban, sebanyak 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Saat ini, pihak KAI masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab pasti kejadian.
Di sisi lain, KAI telah melakukan pemulihan operasional secara bertahap. Per Rabu (29/4) siang, layanan rute Cikarang sudah kembali beroperasi dengan pembatasan kecepatan sesuai arahan KNKT.
Dalam catatan KNKT, sepanjang 2020 hingga 2025 terdapat 21 kasus kecelakaan kereta api, dengan mayoritas rekomendasi berupa pengawasan mencapai 83 rekomendasi atau 63,4%. Selain itu, rekomendasi lain mencakup aspek aturan sebesar 19,8% atau 26 rekomendasi, prasarana sebanyak 12 rekomendasi (9,2%), serta sarana sebanyak 10 rekomendasi (7,6%).