Menelusuri Labirin Panjang Pembahasan RUU PPRT di Parlemen

Minggu, 8 Maret 2026 | 11:00 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Menelusuri Labirin Panjang Pembahasan RUU PPRT di Parlemen
Perjalanan regulasi yang digagas pada 2004 ini bermula dari usulan JALA PRT demi menjamin hak kesetaraan pekerja domestik. Hingga 22 tahun, RUU belum disahkan.

Perjalanan regulasi yang digagas sejak tahun 2004 ini bermula dari usulan Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) demi menjamin hak kesetaraan pekerja domestik. Meski sempat memasuki fase riset di 10 daerah serta uji publik di berbagai kota pada periode 2009-2014, pembahasan justru terhenti total di tingkat Badan Legislatif (Baleg) hingga akhir masa jabatan periode tersebut. Nasib draf aturan ini kemudian tertahan dalam status daftar tunggu Prolegnas tanpa kemajuan signifikan selama rentang tahun 2014 hingga 2019.

Memasuki periode 2020-2024, harapan baru muncul saat RUU PPRT kembali ditetapkan sebagai prioritas. Momentum ini berlanjut hingga tahun 2025 dengan langkah Baleg DPR RI yang mempercepat penyusunan draf melalui konsolidasi bersama organisasi masyarakat sipil dan perwakilan mahasiswa. Kini pada tahun 2026, Ketua Baleg DPR RI telah menetapkan target ambisius untuk merampungkan seluruh pembahasan guna memfinalisasi regulasi yang telah dinantikan selama lebih dari 2 dekade tersebut.

Perjalanan Pembahasan RUU PPRT - (Berbagai sumber/Ajeng Wirachmi)
Perjalanan Pembahasan RUU PPRT - (Berbagai sumber/Ajeng Wirachmi)

Data Terkait

dua-dekade-menanti-kepastian-hukum-ruu-pprt
Hukum & Keamanan

Dua Dekade Menanti Kepastian Hukum RUU PPRT

Pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) masih terjebak dalam polemik berkepanjangan.

11 Mar 2026

apbn-2026-disahkan-belanja-lebih-kencang-dari-pendapatan-defisit-melebar
Ekonomi

APBN 2026 Disahkan, Belanja Lebih Kencang dari Pendapatan, Defisit Melebar

DPR RI sahkan UU APBN 2026 dengan pendapatan sebesar Rp3.153,58 triliun dan belanja negara mencapai Rp3.842,73 triliun, sementara defisit melebar 11,8%.

25 Sep 2025