Harga sejumlah komoditas pangan nasional menunjukkan pergerakan yang beragam sepanjang 2026. Hingga 1 Oktober 2026, kenaikan harga paling tinggi terjadi pada cabai rawit merah yang mencapai 52,07% dibandingkan posisi 1 Januari 2026. Harga cabai rawit merah meningkat dari Rp66.450 per kg menjadi Rp101.050 per kg.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang naik 47,76%, dari Rp50.150 menjadi Rp74.100 per kg. Dalam sebulan terakhir, harga cabai merah keriting bahkan meningkat 31,03%, sedangkan cabai rawit merah naik 23,08% dibandingkan 1 September 2026.
Komoditas lain yang mengalami kenaikan sepanjang 2026 adalah minyak goreng kemasan bermerk 1 sebesar 8,22%, daging sapi kualitas 1 sebesar 6,98%, beras medium I sebesar 4,40%, serta gula pasir kualitas premium sebesar 2,78%. Harga daging ayam ras relatif stabil secara tahunan dengan kenaikan 0,72%.
Sebaliknya, beberapa komoditas mengalami penurunan harga sepanjang tahun. Bawang merah mencatat penurunan paling dalam, yakni 26,46%, dari Rp50.650 menjadi Rp37.250 per kg. Harga bawang merah juga turun 3,12% dalam sebulan terakhir. Penurunan berikutnya terjadi pada telur ayam ras sebesar 8,85% dan bawang putih sebesar 3,23%.
Dengan demikian, perkembangan harga pangan hingga awal Oktober 2026 menunjukkan tekanan harga terutama berasal dari kelompok cabai, sementara harga bawang merah dan telur ayam ras justru berada di bawah posisi awal tahun. Perbedaan arah pergerakan tersebut menunjukkan bahwa dinamika harga pangan masih sangat dipengaruhi oleh kondisi pasokan dan permintaan masing-masing komoditas.