Dana kelolaan atau asset under management (AUM) investasi online di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan. Laporan SEA e-Conomy 2025 yang disusun Google, Bain & Company, dan Temasek menyebutkan, AUM investasi digital tumbuh 25% menjadi US$6 miliar di 2025, meningkat dari US$5 miliar pada 2024.
Pertumbuhan AUM tersebut berjalan seiring dengan perkembangan industri jasa keuangan digital secara keseluruhan. Laporan tersebut mencatat sektor digital financial services (DFS) masih membukukan pertumbuhan dua digit. Transformasi ini didorong oleh inovasi perbankan digital serta meluasnya penggunaan layanan keuangan berbasis teknologi.
Perubahan lanskap keuangan nasional juga ditopang oleh infrastruktur pembayaran yang terus diperkuat pemerintah. Sistem QRIS disebut mampu menyatukan pasar dan mempercepat adopsi transaksi non-tunai di berbagai lapisan masyarakat. Di saat bersamaan, kehadiran bank digital baru, yang banyak didukung perusahaan teknologi besar, mendorong persaingan dan inovasi di sektor jasa keuangan.
Ke depan, potensi investasi digital diperkirakan semakin besar. Pada 2030, AUM investasi online diproyeksikan melonjak hingga US$45 miliar.