Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Utara hingga triwulan III-2025 mencapai Rp315,56 triliun atau berkontribusi 5,21% terhadap PDB Indonesia. Angka ini melampaui Aceh dan Sumatera Barat. Adapun PDRB Aceh tercatat Rp65,56 triliun dan Sumatera Barat sebesar Rp88,31 triliun di periode ini.
Namun, capaian ekonomi tersebut kini dibayangi oleh dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatera. Aceh menjadi provinsi dengan kerusakan lahan terluas, mencapai 14,68 ribu hektare. Kerusakan ini mayoritas terjadi pada sawah dan tambak, sektor yang selama ini menjadi tulang punggung mata pencaharian masyarakat setempat.
Di Sumatera Barat, meski skala kerusakan lebih kecil, dampaknya tetap signifikan. Sekitar 0,45 ribu hektare lahan terdampak banjir, terdiri dari 341 hektare sawah dan 106 hektare lahan jagung. Gangguan ini berpotensi menekan produksi pertanian sekaligus pendapatan petani, terutama menjelang musim tanam berikutnya.
Sumatera Utara juga mencatat kerusakan lahan sekitar 0,22 ribu hektare. Meski demikian, risiko terhadap perekonomian daerah tidak bisa diabaikan mengingat besarnya kontribusi Sumatera Utara terhadap PDB nasional. Jika pemulihan lahan dan aktivitas ekonomi berjalan lambat, dampak bencana ini berpotensi menekan kinerja PDRB daerah dan memberi efek lanjutan ke ekonomi nasional.