Jejak Prestasi Indonesia di Asian Games 1951–2023

Senin, 14 September 2026 | 12:46 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Jejak Prestasi Indonesia di Asian Games 1951–2023
Secara keseluruhan, prestasi Indonesia di Asian Games menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Capaian terbaik berdasarkan peringkat terjadi pada 1962 dengan posisi ke-2, sedangkan perolehan medali terbanyak diraih pada 2018 dengan 98 medali. Setelah mengalami penurunan hingga peringkat ke-22 pada 2006, performa Indonesia kembali menguat dan mencapai posisi ke-4 pada 2018, sebelum turun ke peringkat ke-13 pada Hangzhou 2023.

Indonesia pertama kali berpartisipasi dalam Asian Games 1951 di New Delhi, India. Pada debutnya, Indonesia menempati peringkat ke-7 dengan raihan 5 medali, seluruhnya berupa perunggu. Pada dua edisi berikutnya, Indonesia belum berhasil meraih medali emas, dengan masing-masing menempati peringkat ke-10 pada 1954 dan ke-12 pada 1958. Pada 1954, Indonesia meraih 3 medali perunggu, sedangkan pada 1958 mengoleksi 2 perak dan 4 perunggu.

Prestasi Indonesia kemudian melonjak pada Asian Games 1962 di Jakarta. Sebagai tuan rumah, Indonesia berhasil menempati peringkat ke-2 dengan raihan 11 emas, 12 perak, dan 28 perunggu atau total 51 medali. Capaian tersebut menjadi peringkat terbaik Indonesia sepanjang keikutsertaannya di Asian Games.

Setelah itu, posisi Indonesia cenderung berfluktuasi. Indonesia menempati peringkat ke-6 pada 1966, peringkat ke-4 pada 1970, dan peringkat ke-9 pada 1974. Pada 1978, Indonesia kembali berada di peringkat ke-7 dengan raihan 8 emas, 7 perak, dan 18 perunggu. Memasuki 1980-an hingga 2000-an, posisi Indonesia cenderung melemah, dari peringkat ke-6 pada 1982, peringkat ke-9 pada 1986, peringkat ke-7 pada 1990, hingga mencapai peringkat ke-22 pada 2006 di Doha, yang menjadi salah satu capaian terendah Indonesia.

Performa Indonesia kembali membaik pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Sebagai tuan rumah, Indonesia meraih 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu atau total 98 medali, sekaligus menempati peringkat ke-4. Torehan tersebut menjadi perolehan medali terbanyak Indonesia sepanjang sejarah Asian Games.

Pada Asian Games 2022 di Hangzhou, yang pelaksanaannya ditunda hingga 2023 akibat pandemi COVID-19, Indonesia meraih 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu atau total 36 medali dan menempati peringkat ke-13. Meski turun dari posisi ke-4 pada 2018, Indonesia tetap mampu mempertahankan perolehan emas yang relatif tinggi dibandingkan beberapa edisi sebelumnya.

Secara keseluruhan, prestasi Indonesia di Asian Games menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Capaian terbaik berdasarkan peringkat terjadi pada 1962 dengan posisi ke-2, sedangkan perolehan medali terbanyak diraih pada 2018 dengan 98 medali. Setelah mengalami penurunan hingga peringkat ke-22 pada 2006, performa Indonesia kembali menguat dan mencapai posisi ke-4 pada 2018, sebelum turun ke peringkat ke-13 pada Hangzhou 2023.

Memasuki Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, Indonesia kembali berupaya meningkatkan prestasinya di tingkat Asia. Pada edisi ini, Indonesia mengirimkan 432 atlet yang akan berlaga di 35 cabang olahraga. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk memperbaiki capaian pada edisi sebelumnya sekaligus mempertahankan tren prestasi olahraga nasional di tingkat Asia.

Secara keseluruhan, prestasi Indonesia di Asian Games menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Capaian terbaik berdasarkan peringkat terjadi pada 1962 dengan posisi ke-2, sedangkan perolehan medali terbanyak diraih pada 2018 dengan 98 medali. Setelah mengalami penurunan hingga peringkat ke-22 pada 2006, performa Indonesia kembali menguat dan mencapai posisi ke-4 pada 2018, sebelum turun ke peringkat ke-13 pada Hangzhou 2023. - (Olympic Council of Asia/Design by ChatGPT)
Secara keseluruhan, prestasi Indonesia di Asian Games menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Capaian terbaik berdasarkan peringkat terjadi pada 1962 dengan posisi ke-2, sedangkan perolehan medali terbanyak diraih pada 2018 dengan 98 medali. Setelah mengalami penurunan hingga peringkat ke-22 pada 2006, performa Indonesia kembali menguat dan mencapai posisi ke-4 pada 2018, sebelum turun ke peringkat ke-13 pada Hangzhou 2023. - (Olympic Council of Asia/Design by ChatGPT)

Data Terbaru

dua-tahun-pemerintahan-prabowo-lapangan-usaha-tambah-jutaan-pekerja
Ekonomi

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Lapangan Usaha Tambah Jutaan Pekerja

Tenaga kerja diproyeksikan bertambah 6,04 juta orang pada 2026, dengan perdagangan menjadi sektor penyerap terbanyak, sementara real estat mengalami kontraksi.

59 menit yang lalu

ini-negara-dengan-biaya-pendidikan-gratis
Pendidikan

Ini Negara dengan Biaya Pendidikan Gratis

Belajar gratis di Eropa masih terbuka di negara seperti Jerman, Ceko, dan Polandia, umumnya dengan syarat bahasa lokal atau jenjang studi tertentu.

4 jam yang lalu

industri-makanan-serap-tenaga-kerja-terbanyak-di-sektor-imk-2025
Ekonomi

Industri Makanan Serap Tenaga Kerja Terbanyak di Sektor IMK 2025

BPS mencatat sebanyak 4,46 juta unit usaha Industri Mikro dan Kecil (IMK) berhasil menyerap hingga 9,48 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia sepanjang 2025.

5 jam yang lalu

banjir-bandang-solok-akibatkan-puluhan-orang-mengungsi
Lingkungan

Banjir Bandang Solok Akibatkan Puluhan Orang Mengungsi

Banjir bandang dan tanah longsor melanda kawasan Arosuka dan Batang Barus di Kabupaten Solok pada Senin (21/9). Peristiwa dipicu tingginta intensitas hujan.

7 jam yang lalu

menhut-cabut-izin-usaha-lima-perusahaan-terkait-karhutla
Hukum & Keamanan

Menhut Cabut Izin Usaha Lima Perusahaan Terkait Karhutla

Menhut Raja Juli resmi mencabut izin usaha 5 perusahaan setelah lahan konsesi mereka terbukti mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

7 jam yang lalu

kualitas-udara-indonesia-kalimantan-didominasi-udara-berbahaya
Lingkungan

Kualitas Udara Indonesia: Kalimantan Didominasi Udara Berbahaya

Kualitas udara di berbagai daerah Indonesia menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Data ISPU KLHK per 22 September 2026 pukul 12.00 WIB mencatat sejumlah wilayah dengan ISPU sangat tinggi hingga masuk kategori Berbahaya, sementara beberapa lokasi lainnya masih berada dalam kategori Baik.

7 jam yang lalu