Dunia olahraga global tengah dihebohkan oleh fenomena kompetisi kebugaran baru yang bernama Hyrox. Mengusung konsep balapan kebugaran fungsional dalam ruangan, Hyrox dirancang secara konsisten untuk dapat diikuti oleh semua tingkatan atlet, mulai dari pemula hingga profesional. Format perlombaan ini menggabungkan lari sejauh 8 kilometer dan 8 stasiun latihan fungsional yang dilakukan secara bergantian.
Berbeda dari maraton yang hanya fokus pada jarak lari, CrossFit dengan variasi latihan yang selalu berubah di setiap kompetisi, atau Spartan Race yang mengandalkan rintangan alam bebas, Hyrox menawarkan format yang terstandardisasi di seluruh dunia. Konsistensi format ini memastikan medan pertandingan yang adil bagi setiap peserta. Hal ini sekaligus memudahkan para atlet untuk membandingkan waktu tempuh dan kemajuan performa mereka di mana pun mereka berkompetisi.
Melansir laman resmi HYROX, diketahui bahwa olahraga ini diciptakan di Jerman pada tahun 2017 oleh Christian Toetzke, salah satu penyelenggara acara balap massal tersukses di dunia, berkolaborasi dengan Moritz Furste selaku peraih 3 medali Olimpiade dan Juara Dunia, serta pakar pemasaran Michael Trautmann. Sejak peluncurannya, olahraga ini mengalami pertumbuhan luar biasa di Eropa dan Amerika Serikat dengan total peserta mencapai lebih dari 50.000 atlet dan 35.000 penonton. Kini, Hyrox memantapkan diri sebagai salah satu olahraga kebugaran dengan pertumbuhan tercepat di dunia, yang diselenggarakan di lebih dari 11 negara dan 30 kota berbeda.
Setiap peserta wajib menyelesaikan urutan tantangan yang sama secara berurutan. Format perlombaan dimulai dengan lari sejauh 1 kilometer yang diselingi satu stasiun latihan fungsional, dan diulang sebanyak 8 kali. Kedelapan tantangan kekuatan tersebut meliputi SkiErg sejauh 1.000 meter untuk melatih otot lengan, bahu, dan inti tubuh, diikuti Sled Push sejarak 50 meter dengan mendorong kereta luncur berisi beban, dan Sled Pull sejarak 50 meter dengan menarik kereta luncur menggunakan tali. Selanjutnya, peserta harus menaklukkan Burpee Broad Jump sejauh 80 meter dengan melompat ke depan pada setiap repetisinya, mendayung menggunakan mesin Concept2 RowErg sejauh 1.000 meter, berjalan membawa dua buah kettlebell dalam Farmers Carry sejauh 200 meter, melakukan Sandbag Lunges sejauh 100 meter dengan memanggul karung pasir di pundak, dan diakhiri dengan Wall Balls sebanyak 75 hingga 100 repetisi dengan melempar bola beban ke target di dinding.
Seiring dengan meningkatnya popularitas kompetisi ini, persaingan di kelas profesional (Pro) semakin ketat. Berdasarkan data terbaru per 7 Juli 2026, rekor dunia untuk kategori Hyrox Women Pro berdasarkan Kelompok Usia saat ini dipegang oleh:
- Usia 16-24: Joanna Wietrzyk – 54 menit 25 detik (Warsawa 2026)
- Usia 25-29: Vivian Tafuto – 58 menit 35 detik (Hamburg 2025)
- Usia 30-34: Megan Jacoby – 58 menit 09 detik (Stuttgart 2025)
- Usia 35-39: Lauren Weeks – 54 menit 54 detik (Warsawa 2026)
- Usia 40-44: Jezabel Kremer – 1 jam 2 menit 58 detik (Glasgow 2025)
- Usia 45-49: Mareesa Robertson – 1 jam 7 menit 33 detik (Melbourne 2023)
- Usia 50-54: Amy Bevilacqua – 1 jam 1 menit 9 detik (Toronto 2024)
- Usia 55-59: Anna Buxó – 1 jam 15 menit 18 detik (Kejuaraan Dunia Chicago 2025)
- Usia 60-64: Heidi Williams – 1 jam 30 menit 32 detik (Dallas 2020)
- Usia 65-69: Lynda Hamilton – 1 jam 56 menit 07 detik (Poznan 2025)
Sementara itu, persaingan sengit juga terjadi di kategori pria. Rekor dunia untuk Hyrox Men Pro berdasarkan Kelompok Usia tercatat sebagai berikut:
- Usia 16-24: Hidde Weersma – 52 menit 42 detik (London 2026)
- Usia 25-29: Dylan Scott – 52 menit 40 detik (Warsawa 2026)
- Usia 30-34: Alex Rončević – 51 menit 59 detik (Warsawa 2026)
- Usia 35-39: Rich Ryan – 53 menit 57 detik (Phoenix 2026)
- Usia 40-44: Tomas Tvrdik – 55 menit 04 detik (Stockholm 2025)
- Usia 45-49: Lukas Storath – 58 menit 39 detik (Hamburg 2025)
- Usia 50-54: Mike Schifferle – 1 jam 2 menit 15 detik (Turin 2026)
- Usia 55-59: Joze Kojc – 1 jam 2 menit 55 detik (Berlin 2025)
- Usia 60-64: Frank Godulla – 1 jam 19 menit 05 detik (Stuttgart 2025)
- Usia 65-69: John Hesse – 1 jam 31 m 41 detik (Singapura 2025)