Transportasi udara masih menjadi primadona yang digunakan wisatawan nasional. Data BPS (Badan Statistik Nasional) menyebut, setidaknya 6 juta perjalanan wisatawan nusantara tercatat melalui jalur udara sepanjang Januari–Oktober 2025. Angka ini melonjak hingga 38,3% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024. Bandara internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali membuktikan diri sebagai ‘gerbang emas’ Indonesia. Masih menurut data BPS, jumlah perjalanan wisata melalui bandara ini mencapai 3,89 juta pada periode Januari-Oktober 2025, naik tipis 1,41% dari tahun sebelumnya. Sementara itu sepanjang Oktober 2025, sudah ada 384 ribu perjalanan di bandara Soetta. Bandara Kualanamu berada di urutan kedua dengan total 54 ribu perjalanan pada Oktober 2025.
Setelah jalur udara, jalur laut juga turut menjadi pilihan perjalanan wisatawan. Per Oktober 2025, tercatat ada 97 ribu perjalanan jalur laut. Dari banyaknya akses jalur laut, Batam berada di posisi pertama dengan 62 ribu perjalanan, disusul Tanjung Balai Karimun dengan 10 ribu perjalanan wisata. Bergeser ke jalur darat, 11 ribu perjalanan terdata di jalur Entikong pada Oktober 2025. Jalur Entikong atau PLBN (Pos Lintas Batas Negara), merupakan perbatasan Indonesia-Malaysia yang berada di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Jalur ini dikenal sebagai PLBN pertama yang beroperasi, sejak 1 Oktober 1989. Melansir laman resmi Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan, jalur Entikong sudah dilalui oleh 8.524 orang pada Januari hingga 8 Desember 2025 dan total nilai ekspor-impor hingga Rp 2,1 miliar.