Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) membantah klaim yang beredar di media sosial mengenai adanya 60 ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang tidak melakukan daftar ulang. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, menegaskan bahwa informasi tersebut keliru dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Berdasarkan hasil pemantauan media tim riset DATASATU, Eduart menjelaskan bahwa angka 60 ribuan itu merupakan akumulasi total peserta yang tidak mendaftar ulang dari seluruh jalur seleksi, yaitu SNBP, SNBT, dan Mandiri pada periode SNPMB 2025, bukan dari jalur SNBP 2026 saja. Berkaca dari tahun lalu, tingkat daftar ulang khusus untuk jalur SNBP pada tahun lalu justru sangat tinggi, yakni mencapai angka 92%. Secara logika, kuota total kelulusan SNBP tidak memungkinkan bagi 60 ribu peserta untuk tidak mendaftar ulang secara serentak.
Data resmi panitia SNPMB 2026 menyebut, persaingan masuk perguruan tinggi negeri pada jalur SNBP tahun ini diikuti oleh 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai PTN Akademik serta 44 Politeknik Negeri sebagai PTN Vokasi. Total pendaftar SNBP 2026 tercatat mencapai 806.242 siswa sekolah lanjutan tingkat atas, yang terdiri atas 509.858 siswa SMA, 190.498 siswa SMK, 104.786 siswa MA, dan 1.100 siswa lainnya. Dari ketatnya persaingan memperebutkan daya tampung sebesar 189.017 kursi, sebanyak 178.981 siswa dinyatakan berhasil lolos seleksi.
Panitia kembali mengingatkan adanya aturan ketat bagi peserta yang telah dinyatakan lulus SNBP namun memilih untuk mundur atau tidak mendaftar ulang. Siswa yang bersangkutan secara otomatis akan terkena sanksi blacklist dan dilarang mengikuti UTBK-SNBT pada tahun 2026, 2027, dan 2028, serta tidak bisa mendaftar jalur Mandiri di PTN manapun pada tahun 2026. Selain merugikan siswa, tindakan ini juga berdampak buruk bagi sekolah asal karena PTN berhak mengurangi kuota penerimaan SNBP mereka pada tahun-tahun berikutnya.