Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 resmi merilis peta persaingan jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), yang memperlihatkan dominasi kuat perguruan tinggi besar serta pergeseran minat yang signifikan pada jenjang vokasi. Universitas Indonesia (UI) memimpin sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Akademik paling diburu dengan total 100.253 peminat, disusul oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) sebanyak 91.611 pendaftar. Sementara pada rumpun vokasi, Politeknik Negeri Bandung (Polban) kokoh di posisi puncak dengan memikat 48.483 pendaftar, menegaskan tingginya daya tarik institusi tersebut dalam mencetak lulusan siap kerja.
Pada level program studi akademik, persaingan paling sengit terjadi di jenjang Diploma Empat (D4) Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Sebelas Maret yang mencatatkan peminat tertinggi mencapai 5.582 orang, meskipun daya tampung yang disediakan hanya untuk 43 mahasiswa. Posisi kedua ditempati oleh D3 Keperawatan Universitas Airlangga dengan 5.216 peminat, diikuti oleh D3 Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya dengan 5.059 pendaftar. Untuk kategori vokasi, D4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya menjadi yang paling favorit dengan total 3.615 pendaftar, memperlihatkan tren kuat calon mahasiswa yang kini kian memprioritaskan program studi vokasi berbasis industri dan keselamatan kerja.
Sebaliknya, sejumlah program studi di jajaran universitas papan atas justru mencatatkan jumlah pendaftar yang sangat minim, menjadikannya opsi yang cenderung sepi peminat pada seleksi kali ini. Program studi Sastra Daerah untuk Sastra Jawa di Universitas Indonesia tercatat sebagai salah satu yang paling renggang persaingannya, dengan daya tampung 16 kursi sementara jumlah peminatnya tergolong sangat rendah dibanding prodi lainnya. Tren serupa juga dialami oleh program studi spesifik dan program studi di luar kampus utama, seperti Masase di Universitas Negeri Surabaya serta Sastra Daerah untuk Sastra Batak di Universitas Sumatera Utara. Kondisi ini menjadi peluang strategis bagi calon mahasiswa yang mengincar celah kelulusan tinggi di institusi bereputasi besar.