Banjir bandang dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8), sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Bencana yang dipicu oleh runtuhnya gletser dan longsoran salju di kawasan Pegunungan Himalaya ini menewaskan sedikitnya 160 orang serta menyebabkan ratusan lainnya hilang terbawa arus.
Wilayah terparah di Nepal mencakup Distrik Rasuwa dan Distrik Nuwakot di Provinsi Bagmati, kawasan Pasar Dhunge, hingga area Danau Gosaikunda. Luapan air besar dari Sungai Bhotekoshi, Sungai Trishuli, dan Sungai Narayani menyapu permukiman warga secara tiba-tiba saat aktivitas harian baru dimulai.
Otoritas berwenang mencatat korban meninggal di wilayah Nepal mencapai sedikitnya 157 orang, dengan 403 orang dilaporkan masih hilang. Di antara korban hilang tersebut, terdapat 341 wisatawan asing, 62 warga lokal yang sedang melakukan perjalanan ibadah dalam rangkaian Festival Janai Purnima di Danau Gosaikunda, serta 28 personel kepolisian Nepal yang sedang bertugas. Sementara itu, di wilayah perbatasan County Gyirong, Tibet (Tiongkok), tercatat 265 orang dilaporkan hilang.
Dampak kerusakan infrastruktur di lapangan tergolong sangat parah. Arus banjir dan endapan lumpur pekat menyapu hampir 40 kilometer ruas jalan raya serta merusak sedikitnya 19 jembatan hingga putus. Fasilitas umum dan ekonomi, seperti Pasar Dhunge, rusak total dengan lumpur menimbun bangunan permukiman hingga ke lantai dua.
Selain melumpuhkan transportasi dan menimbun banyak kendaraan, bencana ini juga merusak parah sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air di sepanjang aliran sungai serta merusak jaringan kabel listrik. Proses pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di tengah sulitnya akses akibat timbunan puing dan lumpur.