Tabel data menunjukkan fluktuasi dampak banjir di Jakarta dari era Joko Widodo hingga Pramono Anung pada awal 2026. Pada masa kepemimpinan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tercatat angka pengungsi dan jumlah korban jiwa yang cukup signifikan, terutama pada Januari 2013 dengan lebih dari 235 ribu pengungsi dan durasi genangan mencapai 15 hari. Meskipun angka terdampak sempat menurun pada beberapa periode di era Ahok, tantangan cuaca ekstrem tetap menyebabkan tinggi genangan mencapai angka 400 cm pada awal 2014.
Memasuki era Anies Baswedan, jumlah wilayah terdampak cenderung lebih sedikit secara administratif, namun titik pengungsian dan korban jiwa tetap muncul pada kejadian besar seperti Januari 2020. Data terbaru pada Januari 2026 di bawah kepemimpinan Pramono Anung menunjukkan situasi yang lebih terkendali dengan 387 pengungsi di 8 titik lokasi, meskipun tinggi genangan masih mencapai 170 cm di beberapa titik.